Breaking News:

Tempo Doeloe

VIDEO LANGKA - Media Barat Tahun 1945 Anggap Surabaya Jadi Pusat Masalah

#SURABAYA - Bung Karno saat itu dalam posisi menentang perlawanan sipil terhadap kekuatan militer Belanda yang nebeng pasukan Sekutu.

Penulis: Yuli | Editor: Yuli

Sumarsono, sejarah mencatat, juga tokoh penting dalam Peristiwa Madiun 1948. Ia mendeklarasikan terbentuknya pemerintahan front nasional yang dikuasai PKI.

Peristiwa itu lazim disebut sebagai pemberontakan PKI di Madiun.

Mengapa pula Bung Karno menyetujui usulan Sumarsono? 

Pertimbangannya sangat politis. Bung Karno sebagai pemimpin sipil butuh dukungan besar dari militer.

“Untuk memobilasi kepahlawanan secara militeristik, makanya 10 November dijadikan Hari Pahlawan,” kata JJ Rizal. 

Setelah Hari Pahlawan ditetapkan, lanjut JJ Rizal, figur-figur yang secara historis ikut berjuang pun diberi gelar kepahlawanan.

“Pada masa Soekarno, tokoh-tokohnya 50 persen masih bisa dipertanggungjawabkan. Tapi mulai zaman Soeharto. Indonesia menjadi negara yang terus memproduksi pahlawan dengan penilaian yang lebih cenderung pada pertimbangan politik,” ujarnya.

Penetapan Pahlawan Nasional pada zaman Orde Baru lebih banyak berasal dari lembaga Kemiliteran atau Kepolisian.

Pada konteks ini, dapat dimengerti mengapa Soetomo atau Bung Tomo yang turut mengobarkan semangat perlawanan arek-arek Suroboyo tidak ditetapkan sebagai Pahlawan Nasional sepanjang Orde Baru. 

Bung Tomo pada zaman Jepang adalah wartawan. Meski bergerilya, dia tidak terdidik secara militer, apalagi pernah jadi pasukan KNIL Belanda seperti Soeharto.

Bung Tomo pernah dikurung rezim Soekarno sekaligus rezim Soeharto. Bung Tomo baru ditetapkan sebagai Pahlawan Nasional pada 10 November 2008.

BACA JUGAWartawan Asing Kaget Perempuan AS Bela Republikdada

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved