Breaking News:

Tempo Doeloe

VIDEO LANGKA - Media Barat Tahun 1945 Anggap Surabaya Jadi Pusat Masalah

#SURABAYA - Bung Karno saat itu dalam posisi menentang perlawanan sipil terhadap kekuatan militer Belanda yang nebeng pasukan Sekutu.

Penulis: Yuli | Editor: Yuli

Ya, tidak banyak orang tertarik pada urusan masa silam yang jauh.

Laporan video itu dibuka dengan adegan Bung Karno didampingi istri barunya, Fatimah alias Fatmawati, menghormati pawai rakyat.

Fatimah adalah istri ketiga Bung Karno yang dinikahi tahun 1943. Istri pertamanya Oetari binti Hadji Oemar Said Tjokroaminoto, istri keduanya Inggit Garnasih.

Adegan berikutnya menunjukkan barikade di jalan. Tampak pula viaduct, jembatan rel kereta api di atas jalan beraspal yang hingga kini masih ada di Surabaya.

Ditunjukkan pula serdadu Inggris dan India sedang berjalan. Juga bagaimana mereka menembakkan meriam dan memberondongkan sten gun serta bren gun.

Kampung sipil pun terbakar. Asap membumbung. Orang-orang pun pergi mengungsi, termasuk warga keturunan Tionghoa. 

Situasi buruk ini digambarkan ke khalayak ramai di Barat bahwa Surabaya sebagai pusat masalah. 

Lalu, mengapa pertempuan kota di Surabaya pada 10 November 1945 itu ditetapkan sebagai Hari Pahlawan Nasional? 

Menurut sejarahwan JJ Rizal kepada Okezone pada 2011, penetapan itu justru oleh Bung Karno menjelang tahun 1950an.

Pengusulnya adalah Sumarsono, mantan pimpinan tertinggi gerakan Pemuda Republik Indonesia (PRI) yang ikut ambil bagian dalam peperangan sengit itu.

Halaman
123
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved