Moto GP

Inilah Tanggapan Jawaban Marquez dan Pedrosa Soal Konspirasi Spanyol

“Saya dan Pedrosa sudah berusaha 100 persen. Tapi kita tahu suhu sangat panas dan kami memiliki masalah pada ban depan. Kami sebelumnya berharap suhu

Inilah Tanggapan Jawaban Marquez dan Pedrosa Soal Konspirasi Spanyol
MOTOGP
Pebalap Repsol Honda, Marc Marquez (tengah), diapiti rekan setimnya, Dani Pedrosa (kiri) dan pebalap Yamaha, Jorge Lorenzo, usai GP Austin, Minggu (21/4/2013). Marquez menjadi juara, disusul Pedrosa dan Lorenzo.

SURYA.co.id |VALENCIA - Tria Spanyol ajang Moto GP terus mendapat sorotan.

Dalam seri terakhir MotoGP musim 2015 yang berlangsung di Sirkuit Ricardo Tormo, GP Valencia, Spanyol Minggu (8/11/2015), Jorge Lorenzo dinobatkan sebagai juara dunia setelah mengalahkan Valentino Rossi.

Menilai adanya kejanggalan selama balapan, Rossi menyebut ada konspirasi Spanyol antara Lorenzo, Marc Marquez dan Dani Pedrosa.

Tudingan Rossi itu seperti diberitakan laman Carsh Net, Senin (9/11/2015) dibantah oleh kedua pebalap Repsol Honda.

Marquez dan Pedrosa menegaskan bahwa di seri terakhir MotoGP musim 2015 ini sama sekali tidak ada konspirasi Spanyol untuk menjadikan Lorenzo juara dunia.

“Saya dan Pedrosa sudah berusaha 100 persen. Tapi kita tahu suhu sangat panas dan kami memiliki masalah pada ban depan. Kami sebelumnya berharap suhu tidak sepanas ini, tapi hasilnya lima derajat lebih tinggi dari hari sebelumnya,” kata Marquez.

Kedua pebalap Repsol Honda itu menambahkan, selama balapan berlangsung, tidak ada niat untuk membuat Lorenzo menjadi juara dunia MotoGP 2015.

Bahkan di beberapa lap terakhir, menurut Marquez, Pedrosa berusaha melewatinya. Sayangnya, Pedrosa sedikit melebar dan Marquez kembali di posisi kedua.

“Saya berada lima atau enam detik di belakang (Lorenzo) dan saya tidak ingin mengambil risiko, tapi saya tetap memperjuangkan untuk tetap berada di posisi paling depan,” ucap Marquez.

“Saya juga mencoba untuk meraih kecepatan lebih tinggi, tapi saya merasa tidak nyaman karena ada masalah pada ban. Anda bisa melihat selama balapan berlangsung saya tetap berjuang,” ucap Pedrosa.

Seperti diketahui, The Doctor harus memulai balapan dari posisi paling akhir atau ke-26, sebagai hukuman atas aksinya saat GP Malaysia, dua pekan lalu. Rossi berada di belakang 25 pebalap, dan harus mendekati Lorenzo di grid depan.

Rossi berhasil melewati 22 pebalap di depannya hanya dalam 12 lap. Sayang, pada sisa balapan, trio Spanyol, Jorge Lorenzo, Marc Marquez, dan Dani Pedrosa sudah terlalu jauh di depan. Rossi pun hanya bisa mengakhiri balapan di posisi keempat.

Baca selengkapnya di Harian Surya edisi besok
LIKE Facebook Surya - http://facebook.com/SURYAonline
FOLLOW Twitter Surya - http://twitter.com/portalSURYA

Editor: Yoni
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved