Hari Pahlawan

Empat Mahasiswa Australia Terkesan Sejarah Perjuangan Arek Surabaya

Siswa asal Australia, Senara Kulatunga (15) merasa terkesan dengan tampilan film perjuangan warga Surabaya untuk mendapatkan kemerdekaan.

Empat Mahasiswa Australia Terkesan Sejarah Perjuangan Arek Surabaya
surya/sulvi sofiana
Para siswa asal Australia dikenalkan budaya lesehan dan suguhan polo pendem setelah menyaksikan film kepahlawanan di SMA Muhammadiyah 2 Surabaya, Senin (9/12/2015). 

SURYA.co.id | SURABAYA - Memakai baju doreng-doreng khas tentara, 4 siswa asal Golburn Valey Grammar School Shepparaton Victoria, Australia terlihat membaur dalam diskusi bersama. Mereka berbincang bersama siswa SMA Muhammadiyah 2 (SMAMDA) Surabaya di lantai 4 SMAMDA, Senin (9/11/2015).

Siswa asal Australia, Senara Kulatunga (15) merasa terkesan dengan tampilan film perjuangan warga Surabaya untuk mendapatkan kemerdekaan.

"Mereka sangat heroik, berani naik hotel dan merobek bendera penjajahnya menjadi bendera Indonesia," ujarnya dalam bahasa Inggris.

Kedatangan Senara dan teman-temannya untuk mengenal budaya dan bahasa Indonesia. Karena kedatangan mereka bertepatan dengan hari Pahlawan, maka Smamda sebagai sekolah tujuan mereka memberikan pengetahun lebih tehadap salah satu hari Nasional ini.

"Kalau di Australia saya juga sempat belajar sejarah pahlawan Indonesia. Memang jauh berbeda dengan di negara kami, kalau kami biasanya memakai negosiasi," ujar Senara.

Ia pun menuturkan apresiasi masyarakat terhadap pahlawan sangat luar biasa. Bahkan sejumlah komunitas secara konsisten memperingati hari pahlawan dengan semangat yang luar biasa.

"Suasana kebersamaan dengan lesehan seperti ini juga baru saya rasakan," tambah Serena.

Suguhan polo pendem seperti singkong, ubi, kacang dan pisang yang direbus dihidangkan di hadapan siswa-siswa asing ini.

Meskipun sempat ragu mencicipinya. Merekapun akhirnya secara berkelanjutan memakan makanan sederhana yang disuguhkan sambil berbincang sejumlah kebiasaan orang Indonesia saat berkumpul.

Grant Findlay pendamping asal Australia sekaligus pengajar bahasa Indonesia menuturkan kunjungan kali ini ke Surabaya merupakan kesempatan yang bagus.

"Di Australia mereka juga belajar pahlawan Indonesia seperti pangeran Diponegoro, RA Kartini dan lainnya. Dengan berkunjung ke Surabaya mereka juga bisa menikmati pemandangan langsung peringatan hari Pahlawan," ujarnya.

Dikatakan Grant, untuk menguatkan pengetahuan siswanya, iapun berharap dapat mengajak siswanya ke museum-museum yang ada di Surabaya ataupun Malang.

"Sekolah disini waktunya lebih lama dari di Australia, tapi mereka smua baik dan ramah," tambahnya.

Andri Susanto, humas SMAMDA menjelaskan, selama sepekan siswa asal Australia tinggal di sini akan dikenalkan budaya Indonesia.

Mulai kegiatan membatik, kunjungan museum, wisata, hingga pengenalan kebiasaan-kebiasaan masyarakat Indonesia.

Penulis: Sulvi Sofiana
Editor: Parmin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved