Pariwisata

VIDEO - Tim UNESCO Kunjungi Taman Nasional Bromo Tengger Semeru Arjuno

Warga Tengger yang beragama Hindu tapi hidup berdampingan dengan masyarakat muslim juga merupakan daya tarik yang menjadi ciri khas.

SURYA.co.id | PASURUAN - Taman Nasional Bromo Tengger Semeru Arjuno telah mendapatkan pengakuan dari UNESCO sebagai cagar alam biosfer.

Pekan lalu, utusan PB - UNSECO, Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, LIPI serta perwakilan dari 11 negara, berdialog dengan warga sekitar kawasan di Kabupaten Pasuruan dan Kabupaten Probolinggo, Jawa Timur.

Kawasan itu memiliki kebudayaan dan keanekaragaman hayati sehingga salah satu keunikan yang menonjol, termasuk gurun pasir yang luas dan kesadaran masyarakat menjaga ekosistem.

Warga Tengger yang beragama Hindu tapi hidup berdampingan dengan masyarakat muslim juga merupakan daya tarik yang menjadi ciri khas.

Pengakuan UNSECO diperoleh secara mudah karena pengajuan dan persyaratan kawasan sudah lengkap dan memenuhi ketentuan. 

"Kami mengajukan cepat. Banyak negara lain, susah lho jadi cagar biosfer dipush oleh UNESCO nggak gampang. Kami bimbing dari awal sebelum memasukkan proposal, harus lengkap persyaratannya. Misalnya, management plan-nya ada, komitmen dari berbagai pemerintah daerah, termasuk taman nasional, ada tanda tangannya bahwa mereka committed dan dibentuk forum pengelolaan cagar biosfer,” kata Enny Sudarmonowati, ketua komite nasional man and biosfer UNESCO Indonesia.

Pengakuan dari UNESCO diharapkan memacu pengelola untuk mengembangkan kawasan termasuk padang savana yang kerap disebut bukit teletubies.

Pengembangan atau perubahan pada cagar alam biosfer ini harus dilaporkan kepada UNESO setiap tahun. Dengan demikian pengembangan akan terpantau, bahkan predikat bisa dicabut apabila dinilai tidak lagi memenuhi standar kelayakan.

Editor: Yuli
Sumber:
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved