Kamis, 9 April 2026

Citizen Reporter

5 Alasan Wajib Cicip Ceker tanpa Tulang

penyuka racikan ceker ayam dijamin puas puoolll bila bisa menyantap ceker ayam cabut tulang racikan Pak Nanang ini... hanya Arema yang punya bro...

Editor: Tri Hatma Ningsih
tumblr
ilustrasi ceker ayam 

 

Catatan ceker : Hilyatul Auliya
Mahasiswa jurusan Sastra Indonesia di Universitas Negeri Malang

BAGI para penggila kuliner, menu yang satu ini wajib dicoba! Ceker tanpa tulang ala Pak Nanang. Ada lima alasan kenapa kuliner dari Kota Malang ini wajib coba.

Pertama, unik. Kalau biasanya makan ceker ayam mesti ribet dengan tulangnya, kali ini tak perlu berlama-lama lagi untuk langsung menyantap dagingnya.

Langkah pengolahan yang dilakukan Pak Nanang yaitu dengan merebus ceker-ceker hingga tanak. Kemudian ceker didiamkan hingga dingin, baru kemudian dipisahkan daging ceker dari tulangnya. Proses pemisahan tulang ini dilakukan satu persatu dengan menggunakan pisau, tanpa dipresto. Kenapa? Karena Pak Nanang tidak ingin menghilangkan khasiat yang terkandung dalam ceker ayam olahannya. Apa saja khasiatnya? Temukan jawabannya pada alasan ketiga.

Alasan kedua, ada dua pilihan menu ceker yang siap menggoyang lidah penikmatnya, yaitu ceker pedas dan seblak ceker. Menu yang ditawarkan dapat dinikmati oleh semua penggila kuliner, baik yang suka pedas ataupun tidak. Terdapat pilihan level pedas yang bisa disesuaikan dengan selera, mulai dari level satu hingga level lima.  Level satu,berarti ketika ceker memasak dicampur dengan satu sendok cabe yang telah dihaluskan. Level dua, dua sendok cabe, dan seterusnya. Hingga lima sendok cabe untuk level lima.

Seperti yang telah disinggung pada alasan pertama di atas, alasan ketiga akan mengupas tentang khasiat dari mengonsumsi ceker. Ternyata dengan mengonsumsi ceker, selain mengenyangkan juga dapat mengobati beberapa penyakit. Bagi penderita osteoporosis jadikan ceker tanpa tulang ini sebagai salah satu menu makanan wajib. Selain untuk mengatasi  osteoporosis juga sebagai antibodi.

Sekarang lanjut pada alasan keempat. Alasan yang penting untuk disimak, yaitu pelayanannya yang ramah. Pak Nanang selalu menyapa pembelinya dengan senyuman yang ramah. Pada hari-hari biasa, sekitar lima kg ceker habis terjual. Berbeda lagi kalau hari libur, penjualan ceker konon bisa mencapai 20-25 kg!

Meski baru setahun menjalani usaha makanan ceker ayam tanpa tulang, omset yang diraup Pak Nanang sangat menakjubkan. Dengan modal awal Rp 50.000, kini dalam sebulan Pak Nanang dapat mengantongi penghasilan sekitar Rp 4 juta sampai Rp 5 juta.

Alasan terakhir yaitu harga dan tempat yang terjangkau. Setiap minggu Pak Nanang berjualan di area Car Free Day Jalan Ijen Malang. Pada hari-hari biasa bertempat di Jalan Bogor mulai pukul 08.30 - 11.00 WIB. Bagi yang masih bingung lokasi ceker ayam ini, bisa menghubungi 085791286705 untuk pemesanan. Harganya pas di kantong, hanya Rp 10.000 per bungkus.

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved