Hari Pahlawan

Melihat Pameran Lukisan Mini Para Tokoh Dunia di Hotel Singgasana

#SURABAYA - 10 pelukis ternama ternama menggelar pameran bertema Semangat Arek Suroboyo di Singgasana Hotel selama sebulan.

Melihat Pameran Lukisan Mini Para Tokoh Dunia di Hotel Singgasana
SURYA/HABIBUR ROHMAN
KATALOG LUKISAN MINI - Inspektur Jenderal Polisi Anton Setiadji didampingi pelukis Jupri Abdullah mengamati katalog mini di sela pembukaan pameran lukisan Semangat Arek Suroboyo dalam rangka Hari Pahlawan di Hotel Singgasana Surabaya, Jumat (6/11/2015). 

SURYA.co.id | SURABAYA - 10 pelukis ternama menggelar pameran bertema Semangat Arek Suroboyo di Singgasana Hotel Surabaya selama sebulan.

Karya yang ditampilkan dalam pameran ini berbeda dengan pameran lainnya.

Pameran lukisan ini didominasi lukisan mini. Lukisan terkecil adalah berukuran 1X1 centimeter. Lukisan mini ini menampilkan wajah orang-orang ternama, mulai Presiden Joko Widodo, Presiden AS, Barack Obama, sampai Kapolda Jatim, Irjen Pol Anton Setiadji.

Agar pengunjung bisa melihat detail lukisan ini, panitia menyiapkan kaca pembesar di samping pigura lukisan.

Melalui kaca pembesar inilah pengunjung bisa melihat ekspresi wajah yang terpampang dalam lukisan.
Pameran ini secara resmi dibuka pada Jumat (6/11/2015).

Anton Setiadji yang hadir dalam pembukaan pameran menyempatkan diri melihat karya pelukis Jupri Abdullah. Sebagaimana pengunjung lainnya, Anton harus melihat ekspresi wajah dalam lukisan.

Anton tidak mengetahui bila wajahnya juga menjadi objek lukis. Sebelum sampai di lukisan yang menampilkan wajahnya, Anton sempat mengomentari wajah dalam karya lukis itu. Anton mengaku tidak bisa membayangkan bila wajahnya juga menjadi objek lukis.

Menurutnya, wajahnya terlalu menakutkan untuk dijadikan objek lukis. Bahkan Anton sampai tidak berani melihat foto wajahnya.

“Tapi kalau ini, tidak menakutkan,” kata Anton setelah mengetahui wajahnya menjadi objek lukis.

Jupri Abdullah mengakui tidak mudah melukis wajah orang dalam karya lukis mini. Tingkat kesulitan utama adalah saat melukis ekspresi wajah. Pelukis harus menyamakan dengan ekspresi pemilik wajah. Makanya pelukis harus menggunakan kaca pembesar untuk memastikan karyanya sesuai dengan ekspresi pemilik wajah atau tidak.

Halaman
12
Penulis: Zainuddin
Editor: Yuli
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved