Video

VIDEO - Kapal Mabes Polri Tangkap 13 Nelayan Pakai Bom di Madura

#MADURA - Pupuk urea dimasukkan dalam botol air mineral. Sumbu baru dipasang sebelum diledakkan.

Laporan wartawan SURYA.co.id, M Zainuddin dan videografer Ahmad Zaimul Haq 

SURABAYA - Kapal Polisi (KP) Perkutut 3005 milik Mabes Polri menggagalkan penangkap ikan menggunakan bom ikan alias bondet di perairan Kangean, Madura.

Ada 13 nelayan digelandang ke Mapolair Polda Jatim untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya.

13 nelayan ini ditangkap dari tiga perahu tanpa nama. Selain menangkap 13 nelayan, petugas menyita tiga perahu dan 150 bondet siap pakai. Sejumlah peralatan penangkapan ikan juga dibawa ke Mapolair.

Komandan KP Perkutut 3005, Iptu Antonius Trias menyatakan sebenarnya ada lima perahu yang sedang mencari ikan menggunakan bondet di lokasi.

Karena hanya ada KP yang patroli, dua perahu berhasil melarikan diri. Sedangkan tiga perahu lainnya gagal melarikan diri karena sudah dihadang petugas.

“Dua perahu sudah mengebom ikan, dan satu perahu lainnya belum mengebom,” kata Antonius, Kamis (5/11/2015).

Para nelayan meledakkan bondet dengan cara menyelam di kedalaman antara 10-15 meter. Dia memperkirakan daya ledak satu bondet mencapai empat meter.

Tapi dampak dari ledakan bondet ini mencapai delapan meter. Ikan yang berada dalam radius empat meter dari sumber ledakan langsung mati. Sedangkan ikan dalam radius antara 4-8 meter hanya mabuk.

Menurtnya, nelayan mengambil ikan sesuai target. Bila targetnya adalah ikan kecil, maka ikan yang mati dan mabuk itu langsung dijaring. Tapi bila targetnya adalah ikan besar, ikan kecil itu diabiarkan dimakan ikan besar. Saat ikan besar datang, nelayan langsung mengebom lagi.

“Mereka mencari ikan di perairan tenang dan jernih,” tambahnya.

Para nelayan ini menggunakan pupuk urea sebagai bahan utama bondet. Pupuk urea dimasukkan dalam botol air mineral. Sumbu baru dipasang sebelum diledakkan. Meskipun bahan bondet mudah ditemukan di pasaran, para nelayan memilih membeli bondet jadi.

Bondet ini dibeli dari nelayan asal Sulawesi. Antonius belum mengetahui bondet itu dibeli di tengah laut atau para nelayan datang ke Sulawesi.

Menurutnya, nelayan di sekitar Kangean memang sering encari ikan menggunakan bondet. Berdasar informasi yang diterimanya, nelayan di sekitar Kangean memang tidak memiliki keahlian menangkap ikan selain menggunakan bondet dan potas.

“Mereka tidak bisa memancing atau menjala. Hanya menggunakan bondet dan potas yang bisa mereka lakukan,” terang Antonius.

Penulis: Ahmad Zaimul Haq
Editor: Yuli
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved