Breaking News:

Dampak Letusan Rinjani

Tempuh Risiko Seharian Naik Travel daripada Tak Pasti Kapang Terbang

"Tadi ada kepastian soal refund. Namun tidak dalam bentuk uang tunai, melainkan masuk deposit sebagai member Garuda."

SURYA.CO.ID
Dua turis asing mendorong troli di Terminal II Bandara Internasional Juanda, Kamis (5/11/2015). 

SURYA.CO.ID | SURABAYA - Banyak calon penumpang di Bandara Juanda yang beralih ke travel, karena hingga Jumat (5/11/2015) siang belum mendapat kepastian kapan bisa terbang ke Bali.

Sepanjang pagi hingga siang ini, sudah ada puluhan penumpang yang beralih jalur darat, karena ada kegiatan yang tidak bisa dibatalkan.

Para penumpang itu beralih naik travel setelah menuntaskan proses refund. "Tadi ada kepastian soal refund. Namun tidak dalam bentuk uang tunai, melainkan masuk deposit sebagai member Garuda," kata Iwan, salah satu penumpang yang hendak ke Bali, Kamis (5/11/2015).

Iwan begegas naik travel meski konsekuensinya butuh waktu seharian untuk sampai ke Bali. "Tetapi ini travel lebih baik daripada tidak ada kepastian kapan bisa terbang," katanya.

Sementara itu, ruang costumer service PT Angkasa Pura di Terminal 2 Bandara Juanda dipadati penumpang. Mereka bertanya lokasi menuju counter Garuda atau bagaimana mengembalika tiket.

"Banyak yang akhirnya mau pindah naik travel," kata petugas di customer service PT Angkasa Pura di T2 Bandara Juanda.

Untuk diketahui, penerbangan ke Denpasar Bali tidak bisa dilakukan karena udara dipenuhi abu letusan anak gunung Rinjani.

Penulis: Nuraini Faiq
Editor: Adi Sasono
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved