Berita Surabaya

Terkait Matinya AC KA Dhoho, PT KAI Sebut Kereta Jalan Berarti Sudah Siap

Sumarsono menjelaskan suhu di gerbong ketika perjalanan malam berkisar di 22 - 24 derajat Celcius. Sedangkan perjalanan siang 18-22 dDerajat Celsius.

Terkait Matinya AC KA Dhoho, PT KAI Sebut Kereta Jalan Berarti Sudah Siap
surya/zainuddin
Humas PT KAI Daops 8, Sumarsono.

SURYA.co.id | SURABAYA - Humas PT KAI Daerah Operasi (DAOP) 8 Surabaya Sumarsono ketika dikonfimrasi terkait padamnya AC menjelaskan, sebelum kereta beroperasi, petugas pasti mengecek kesiapan operasional kereta. Mulai dari rangkaian gerbong, listrik, dan fasilitas lainnya.

Tidak terkecuali pada Kereta Api Dhoho Penataran yang menggunakan AC split seperti AC di rumah pada umumnya.

"Kalau kereta jalan berarti sudah siap," jelas dia, Rabu (4/11/2015).

Sumarsono menjelaskan suhu yang diatur di gerbong ketika perjalanan malam berkisar di 22 hingga 24 derajat Celcius. Sedangkan untuk perjalanan siang, suhunya 18 hingga 22 derajat Celcius.

Namun, ketika Surya.co.id mengikuti perjalanan Kereta Api Dhoho Penataran, Rabu siang (4/11/2015), suhu AC berada di angka 23 derajat Celcius.

Sementara itu, ketika mengomentari kerusakan genset yang mengakibatkan padamnya listrik, Sumarsono kembali menegaskan setiap kereta api yang jalan sudah siap perlatan opersionalnya.

Namun Sumarsono juga tidak menampik jika terjadi hal-hal di luar dugaan selama perjalanan.

Biasanya, teknisi segera memperbaiki permasalahan teknis yang terjadi di gerbong selama kereta api beroperasi. Namun, jika teknisi tidak bisa mengatasai, kereta akan berhenti di stasiun yang ada teknisinya untuk diperbaiki.

"Namanya gangguan bisa saja terjadi," tambahnya.

Penulis: Benni Indo
Editor: Parmin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved