Cybercrime

Polda Limpahkan Kasus Arisan Facebook ke Polres Malang Kota

#SURABAYA - Banyaknya korban dari Malang menjadi pertimbangan untuk melimpahkan kasus yang merugikan ribuan orang ini.

arisanmobilmotormurah
SISTEM ARISAN ONLINE. Aturan main sebagaimana dijelaskan dalam arisanmobilmotormurah.blogspot.co.id. 

SURYA.co.id | SURABAYA - Ditreskrimum Polda Jatim berancang-ancang melepas penanganan kasus arisan mobil online via Facebook ke Satrekrim Polres Malang. Banyaknya korban dari Malang menjadi pertimbangan untuk melimpahkan kasus yang merugikan ribuan orang ini.

Kabid Humas Polda Jatim, Kombes Pol Raden Prabowo Argo Yuwono mengungkapkan Ditreskrimum telah menerima berkas laporan korban dari Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT). Penyidik pun telah mengkaji dan melakukan evaluasi laporan tersebut.

“Berdasar hasil evaluasi itu, kasusnya akan dilimpahkan ke Polres Malang Kota,” kata Argo, Minggu (1/11/2015).
Meskipun melimpahkan ke Satreskrim, Ditreskrimum tidak akan melepas total penanganan kasusnya.

Penyidik Ditreskrimum bisa diperbantukan ke Polres Malang Kota. Tapi tanggungjawab penanganannya dibawah kendali Satreskrim.

“Jadi penyidik Ditreskrimum sifatnya hanya membantu,” tambahnya.

Dikonfirmasi terpisah, Kasatreskrim Polres Malang Kota,AKP Haryanto Rantesalu mengungkapkan pihaknya belum menerima berkas pelimpahan kasus dugaan penipuan arisan online ini. Tapi pihaknya siap menangani kasusnya bila Polda melimpahkan ke Satreskrim.

“Setelah berkas diterima, kami akan langsung jadwalkan pemanggilan saksi,” kata Haryanto.

Sebelumnya, sekitar 20 peserta arisan mobil mendatangi Polda Jatim melaporkan manajemen PT Kubah Dunia Sukses (KDS). Perusahaan yang beralamat di Perumahan Permata Jingga, Kota Malang itu diduga melakukan penipuan.

Diperkirakan ada sekitar 1.500 orang dari berbagai daerah menjadi korban arisan mobil online ini. Ada tiga orang yang menjadi terlapor dalam kasus arisan online ini Slamet Riyadi (Direktur Utama), Rizal Gumirang (Direktur Keuangan), dan Dedy Ramayanta (Direktur Operasional).

Korban menilai tiga orang ini yang bertanggungjawab terhadap pengelolaan PT KDS.

Manajemen PT KDS menjanjikan peserta arisan bisa mendapat mobil atau motor dengan cara mudah dan ringan. Peserta yang ikut arisan mobil diminta uang muka sebesar Rp 10 juta dan iuran Rp 5 juta per bulan. Sedangkan peserta arisan motor dikenakan uang muka sebesar Rp 2,5 juta, dan iuran sebesar Rp 1,5 juta per bulan.

Para peserta dijanjikan mendapat mobil atau motor maksimal dalam waktu setahun. Tapi banyak peserta yang belum mendapat mobil atau motor setelah setahun lebih. Akhirnya para peserta lapor ke Mapolda Jatim

Penulis: Zainuddin
Editor: Yuli
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved