Citizen Reporter

Berbhineka Tunggal Ika sedari Muda

di sekolah ini setiap hari dalam beberapa menit, mereka mempraktikkan apa itu Bhineka Tunggal Ika dan belajar bertoleransi sedari dini...

Berbhineka Tunggal Ika sedari Muda
flickr
ilustrasi 

Oleh : Mokhamad Solikhan
Staf Pengajar di Sekolah Pembangunan Jaya 2 Sidoarjo
fb.com/mokhamad solikhan

BHINEKA Tunggal Ika, menjunjung tinggi keberagaman suku, budaya, maupun agama dianut seluruh warga negara Indonesia. Sayang, budaya toleransi itu semakin lama semakin menurun. 

Penting bagi orangtua atau pendidik menumbuhkan budaya toleransi antarumat beragama pada anak–anak sedini mungkin. Seperti yang dilakukan SD Pembangunan Jaya 2 Sidoarjo. Setiap pagi sebelum belajar, anak–anak segera menuju ke tempat ibadah masing–masing.

Siswa yang beragama Islam, segera mengambil air wudhu dan melaksanakan salat Dhuha berjamaah. Siswa beragama Katolik, begitu bel masuk berbunyi, mereka menuju ruang ibadah agama Katolik melakukan doa Rosario.

Pun siswa beragama Kristen Protestan dan Buddha, terlihat tertib dan tenang beribadah di ruangan masing–masing. Mereka yang beragama Hindu, khusuk sembahyang Tri Sandya, Kramaning Sembah, dan Berjapan, kata Ketut Suwarditi MPd H, guru agama Hindu SD Pembangunan Jaya 2 Sidoarjo.

Valentina Yuniati, guru agama Katolik menambahkan, kegiatan itu rutin dilakukan pukul 07.15 - 07.45 WIB dan ibadah siang dilaksanakan pukul 12.30 - 13.00 WIB. Aktivitas ini diyakini mampu menjadikan anak–anak tak sekadar rajin beribadah tetapi menjadikan mereka saling menghargai dengan mengingatkan satu sama lain segera berangkat ke tempat ibadahnya.

Melalui ibadah, mereka diajak berdoa bersama agar semua kegiatan yang akan dilakukan pada hari itu diberi kemudahan dan kelancaran oleh Tuhan.

Tak hanya ibadah pagi dan siang rutin dilakukan setiap hari, dalam setiap kegiatan di sekolah, selalu dimulainya dengan berdoa bersama dalam lima agama.

Dengan begitu, tak hanya mereka saja tumbuh jiwa toleransi antarumat beragama tetapi juga mereka bisa melihat langsung bagaimana guru-guru mereka bisa hidup rukun dan saling menghargai satu sama lain meski berbeda agama. Inilah praktik sehari-hari Bhineka Tunggal Ika...

 

Editor: Tri Hatma Ningsih
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved