Sabtu, 25 April 2026

Perbankan

Catatan BNI, Kredit Usaha di Jatim Masih Tumbuh Positif

#SURABAYA - Tingginya tingkat LDR ini juga dikarenakan banyak penyaluran kredit dari pusat yang lokasi proyeknya berada di Jatim.

Penulis: Sri Handi Lestari | Editor: Yuli
surya/sugiharto
Kepala Divisi Perbendaharaan PLN Pusat, Tjutju Kurnia bersama Wakil pemimpin devisi BUMN & Institusi pemerintahan, Herry Triyatno bersama Kepala devisi mencoba Cash Card di ATM Center di Kantor PLN Unit Induk Pembangunan VII, Jumat (17/4/2015). 

SURYA.co.id | SURABAYA - Meski ekonomi sedang melambat, PT Bank Negara Indonesia Tbk (BNI) Kantor Wilayah Surabaya mencatatkan kinerja yang masih tumbuh positif. Terutama untuk penyaluran kredit dunia usaha.

Chief Executive Officer (CEO) BNI Kanwil Surabaya, Aryanto Purwadi, mengatakan tingginya tingkat kredit terhadap simpanan atau loan to deposit ratio (LDR) BNI Kanwil Surabaya, menunjukkan masih gencarnya perbankan menyalurkan kredit khususnya kepada dunia usaha.

"Hal ini menunjukkan bila perekonomian di Jatim masih melaju. Tingginya tingkat LDR ini juga dikarenakan banyak penyaluran kredit dari pusat yang lokasi proyeknya berada di Jatim," kata Aryanto, Minggu (1/11/2015).

Tercatat, hingga higga Agusutus 2015, tercatat rasio LDR BNI Kanwil Surabaya yang membawahi Jatim mencapai 116 persen.

Dengan penyaluran kreditnya, hingga bulan Agustus 2015 mencapai Rp 35,38 triliun. Jumlah tersebut mengalami peningkatan 16,18 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu yang tercatat sebesar RP 30,46 triliun.

Lebih lanjut Aryanto menyebutkan, bila berdasarkan jenisnya, kredit modal kerja yang masuk dalam kategori bussiness banking masih menyumbang komposisi terbesar yakni mencapai Rp 30,34 triliun. Kemudian kredit konsumer dan ritel tercatat sebesar Rp 5,045 triliun.

Sedangkan dana pihak ketiga (DPK) yang berhasil dihimpun BNI Kanwil Surabaya hingga Agustus 2015 tercatat sebesar Rp 30,297 triliun. jumlah tersebut bertumbuh 7,06 persen, dibandingkan periode yang sama tahun 2014 yang tercatat sebesar Rp 28,298 triliun.

"Tumbuh, tapi memang melambat untuk DPK-nya," lanjut Aryanto.

DPK BNI Kanwil Surabaya sendiri masih ditopang oleh dana murah berupa tabungan dan giro yang masing-masing tercatat sebesar RP 14,442 triliun dan Rp 5,588 triliun. Sedangkan dana mahal atau deposito tercatat sebesar Rp 10,267 triliun.

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved