Peristiwa Lumajang
Hamid Mengaku Tak Pernah Menerima Teror
Hamid mengaku sering bertemu dengan Iw setelah pembunuhan Salim Kancil dan penganiayaan Tosan.
Penulis: Zainuddin | Editor: Parmin
SURYA.co.id | SURABAYA - Aktivis penolak tambang liar, Abdul Hamid kaget saat melihat Iw datang ke rumahnya. Apalagi Iw mengeluarkan ancaman akan membunuh Hamid.
Hamid mengaku sering bertemu dengan Iw setelah pembunuhan Salim Kancil dan penganiayaan Tosan.
Iw tidak pernah memperlihatkan gelagat aneh. Iw pun tidak memperlihatkan tanda-tanda akan melukai Hamid. Bahkan sebelum datang ke rumahnya, Iw tidak pernah mengancamnya, baik melalui SMS maupun telepon.
“Dia mengeluarkan ancaman saat didepan rumah saya. Katanya, dia akan membunuh saya,” kata Hamid, Sabtu (31/10/2015).
Iw datang ke rumah Hamid dengan mengendarai motor. Saat tiba didepan rumah Hamid, Iw langsung turun dari motornya. Awalnya Iw hanya berteriak-teriak sambil mengeluarkan ancaman kepada Hamid. Karena Hamid tidak keluar rumah, Iw melempar rumah Hamid. Kaca depan rumah Hamid pecah akibat lembaran batu.
Menurutnya, Iw melempar baru ke rumahnya hanya sekali. Setelah itu Hamid melarikan diri dengan mengendarai motornya. Beberapa meter dari rumah Hamid, Iw berpapasan dengan anggota Polres Lumajang. Anggota polisi itu langsung menabrakkan motornya ke motor milik Iw.
Meskipun terjatuh dari motor, Iw tidak menyerah. Dia memilih melarikan diri dengan meninggalkan motornya. Berdasar informasi yang diterimanya, Iw ditangkap saat sembunyi di musholla. “Saya tidak tahu dia mabuk atau tidak,” tambahnya.
Dikonfirmasi terpisah, Kabid Humas Polda Jatim, Kombes Pol Raden Prabowo Argo Yuwono mengungkapkan pelempar rumah Hamid masih dimintai keterangan di Mapolres Lumajang. Pihaknya belum mengetahui motif pelemparan itu.
Dia hanya menduga pelemparan itu masih terkait dengan kasus sebelumnya di Desa Selok Awar-awar.
Apalagi pelempar adalah adik dari tersangka berinisial Wid yang sedang mendekam di sel Mapolda Jatim atas kasus pembunuhan Salim Kancil dan penganiayaan Tosan.
“Tapi kami belum tahu dia melempar itu atas inisiatif sendiri atau ada yang menyurun,” kata Argo.