Lomba Taman Herbal Bejo Harian Surya

Warga Makin Antusias dan Suasana Makin Heboh

"Semua yang disajikan adalah dari hasil olah tanaman di taman kampung. Ini luar biasa."

SURYA.co.id | SURABAYA - Menjelang akhir penilaian, Lomba Taman Herbal Bejo bersama harian Surya makin kompetitif. Setiap kampung tak hanya mengandalkan keindahan, tapi juga daya guna dan daya nilai taman di kampung makin dipacu.

Hampir semua taman di kampung-kampung Surabaya sudah menghasilkan makanan dan minuman olahan yang bersumber dari taman milik warga tersebut. Tidak hanya sayur, tapi minuman olahan dari tanaman obat keluarga mulai temulawak, jahe, dan jinten pun sudah hampir merata dihasilka warga.

Ada yang membuat sari jahe dan temulawak itu berupa minuman. Kebanyakan juga sudah mulai menghasilkan nilai ekonomi dengan membuat serbuk atau bahkan sudah menjadi minuman kemasan. Ada juang dibuat manisan.

"Semua yang disajikan adalah dari hasil olah tanaman di taman kampung. Ini luar biasa. Semua warga juga sangat kreatif mendapat nilai tambah secara ekonomi," reaksi David Walalangi, pakar tanaman herbal, yang sekaligus tim juri Lomba Taman Herbal Bejo.

Seperti hari kedua penilaian, Jumat (30/10/2015). Hampir semua kelurahan menunjukkan kreativitas mereka mengolah bahan makanan dari taman herbal kampung.
Tim juri yang terdiri dari PKK Kota Surabaya Titik Farida, Harian Surya Adi Sasono, dan David Walalangi dimanjakan dengan suguhan olahan taman herbal.

"Segar dan mantap minuman jahenya. Yang tak kalah mantabnya adalah yel-yelnya dari ibu-ibu. Semangat sekali," ucap Adi Sasono saat tiba di Taman Herbal Bejo Banyuurip Kidul, Kecamatan Sawahan, Kota Surabaya.

Di tempat itu, semua ibu PKK kompak menari sambil bergoyang dengan yel-yel khas Bejonya ku di sini.

Tidak hanya di Banyuurip Kidul, di Taman Herbal Bejo Kelurahan Dukuh Pakis juga tak kalah heboh. Warga di sini juga sangat antusias menyambut kedatangan tim juri.

Begitulah, warga makin kreatif dan kompetitif. Menunjukkan karya taman herbal terbaik mereka.

"Kami selalu bareng-bareng bersama warga ini merawat dan menjaga kesegaran taman. Semua warga bertanggung jawab atas kelangsungan taman," kata Sri Ayunah, dari PKK Banyuurip.

Penulis: Nuraini Faiq
Editor: Parmin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved