Dugaan Korupsi Bawaslu Jatim

Penyidik Polda Belum Merinci Peran Tersangka

Dari dana Rp 145 miliar, penggunaan dana sebesar Rp 5,6 miliar tidak dapat dipertanggungjawabkan sebagaimana mestinya.

SURYA.CO.ID | SURABAYA - Kejaksaan Tinggi (Kejati) Jatim mengembalikan berkas dugaan korupsi dana hibah di Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Jatim ke Polda Jatim.

Penyidik Polda masih belum merinci peran tiga komisioner Bawaslu yang menjadi tersangka dalam kasus ini, yakni Ketua Bawaslu, Sufyanto, dan dua orang anggota Bawaslu, Andreas Pardede dan Sri Sugeng Pudjiatmoko.

Penyidik Polda mengirim satu Surat Perintah Dimulainya Penyidikan (SPDP) untuk dugaan korupsi Bawaslu jilid II tapi berkas dugaan korupsi Bawaslu ini dipecah menjadi tiga berkas.

Berkas dengan surat pengantar nomor B/83.A/X/2015/Ditreskrimsus ini dikirim ke Kejati pada 5 Oktober 2015. Setelah jaksa meneliti berkas itu, ternyata data dalam berkas itu tidak lengkap (P18). Jaksa peneliti mengembalikan berkas ke penyidik Polda, 22 Oktober 2015.

“Dalam berkas itu belum dirinci peran ketiga tersangka,” kata Kasipenkum Kejati Jatim, Romy Arizyanto, Jumat (30/10/2015).

Menurut Romy, jaksa peneliti sudah membubuhkan kekurangan itu sebagai petunjuk penambahan data. Pria asal Jambi ini tidak mengetahui kapan berkas dugaan korupsi itu akan dikirim lagi ke Kejati.

Tidak ada aturan yang membatasi durasi pengiriman berkas. Tapi biasanya penyidik memiliki deadline sendiri untuk menyelesaikan berkas. “Kalau sudah selesai, pasti langsung dikirim ke Kejati,” tambahnya.

Dikonfirmasi terpisah, Kabid Humas Polda Jatim, Kombes Pol Raden Prabowo Argo Yuwono mengakui Kejati telah mengembalikan berkas dugaan korupsi Bawaslu jilid II. Saat ini penyidik masih mempelajari dan menambahkan data sesuai petunjuk jaksa peneliti.

“Kalau sudah beres, berkasnya akan dikirim lagi ke kejaksaan,” kata Argo.

Perlu diketahui, dugaan korupsi ini bermula dari penggelontoran dana hibah dari Pemprov Jatim ke Bawaslu untuk pengawasan Pilgub Jatim.

Dari dana Rp 145 miliar, penggunaan dana sebesar Rp 5,6 miliar tidak dapat dipertanggungjawabkan sebagaimana mestinya. Penyidik menemukan dugaan penyelewengan penggunaan dana hibah itu.

Tersangka Dugaan Korupsi Bawaslu :
Sufyanto, Ketua Bawaslu
Andreas Pardede, Anggota Bawaslu
Sri Sugeng Pudjiatmoko, Anggota Bawaslu
Amru, Sekretaris Bawaslu
Gatot Sugeng Widodo, Bendahara Bawaslu
Indriyono, Rekanan Bawaslu
Ahmad Kusairi, Rekanan Bawaslu.

Baca selengkapnya di Harian Surya edisi besok.
LIKE Facebook Page www.facebook.com/SURYAonline
FOLLOW www.twitter.com/portalSURYA

Penulis: Zainuddin
Editor: Wahjoe Harjanto
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved