Jumat, 24 April 2026

Berita Jember

KAMMI Jember Kritik Jokowi Soal Asap, Juga Beri Kartu Kuning

#JEMBER - Aktivis KAMMI memberikan kartu kuning untuk satu tahun pemerintahan Jokowi - JK. Mereka menilai belum ada perubahan pembangunan.

Penulis: Sri Wahyunik | Editor: Yuli
sri wahyunik
Demo 1 tahun pemerintahan Jokowi - JK sekaligus Sumpah Pemuda oleh aktivis KAMMI Jember, Rabu (28/10/2015). 

SURYA.co.id | JEMBER - Pengurus Daerah Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia (KAMMI) Jember menagih janji pemerintahan Joko Widodo - Jusuf Kalla melalui aksi di bundaran DPRD Jember, Rabu (28/10/2015). Aksi itu sekaligus mengkritisi satu tahun pemerintahan Jokowi - JK.

Aktivis KAMMI memberikan kartu kuning untuk satu tahun pemerintahan Jokowi - JK. Mereka menilai belum ada perubahan pembangunan yang dirasakan masyarakat Indonesia.

Para mahasiswa itu mengkritisi tentang kenaikan harga bahan bakar minyak, PHK terhadap buruh Indonesia, sampai isu terkini soal bencana asap.

"Kami memberikan kartu kuning bagi pemerintahan Jokowi karena ternyata belum melaksanakan janji-janji kampanyenya," ujar Korlap Aksi, M Faizal.

Mereka menyampaikan tiga seruan yakni, pertama, menuntut presiden dan wakil presiden beserta kabinetnya untuk bekerja secara serius untuk merealisasikan Nawacita bagi rakyat Indonesia. Kedua, apabilajanji dan program Nawacita tidak terlaksana dan melenceng, maka mahasiswa itu akan mengingatkan kembali pemerintahan Jokowi - JK. Ketiga, mengajak elemen masyarakat dan mahasiswa senantiasa mengawal jalannya pemerintahan.

"Dan kalau tidak dilaksanakan oleh presiden, maka kami akan memberikan kartu merah," ancam Faiz.

Dalam aksi tersebut, para mahasiswa menyorot tajam bencana asap yang kini melanda sejumlah kawasan di Indonesia. Mereka membuat asap dalam aksi di bundaran DPRD itu.

Asap menyelimuti sejumlah mahasiswa dan poster. Sejumlah mahasiswa juga melakukan akti teaterikal. Seorang perempuan menggendong boneka yang menggambarkan bayi. Keduanya menjadi korban asap. Sementara seorang mahasiswa membaca puisi yang menggambarkan penderitaan rakyat akibat bencana asap tersebut. 

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved