Berita Surabaya

Pesta Sabu di Dekat Sumur agar Cepat Buang Barang Bukti kalau Dicuriagai

Hal inilah yang membikin dia kerasan jadi kurir. ”Saya baru dua bulan jadi kurir sekaligus pakai sabu,” katanya.

SURYA.co.id | SURABAYA – Bekerja menjadi penjaga kandang sapi di rumah pemotongan hewan (RPH) dianggap kurang menghasilkan bagi Saiful Anam (29). Warga Jalan Bulak Rukem IV, Surabaya ini di sela waktu kerjanya menggeluti pekerjaan lain, yakni menjadi kurir sabu.

Tak sekadar menambah penghasilan, pekerjaan sampingan itu bahkan lebih digemari Saiful ketimbang pekerjaan aslinya sebagai penjaga kandang. Pasalnya, tak jarang ketika mengirim sabu ke pelanggan, pria itu juga diajak mengonsumsinya secara gratis.

Hal inilah yang membikin dia kerasan jadi kurir. ”Saya baru dua bulan jadi kurir sekaligus pakai sabu,” katanya.

Kanit Reskrim Polsek Krembangan AKP Nafan menjelaskan, tersangka ditangkap saat menunggu pembeli di Jalan Sidorame Baru, Surabaya. Ketika anggota polisi mendekat, tersangka sebenarnya sudah curiga dan berniat kabur.

Hanya saja, ia tak mampu mengelak setelah polisi menangkapnya dan menemukan satu poket sabu.

”Selain itu ada juga uang tunai yang kami sita. Uang tersebut adalah hasil dari pengiriman (sabu) sebelumnya,” kata dia, Selasa (27/10/2015).

Tersangka mengaku, ia mendapat upah Rp 20.000 per sekali mengirim sabu ke pembeli. Meski baru dua bulan, ia termasuk kurir yang dipecaya oleh pemasok. Buktinya, ia menjadi satu dari sekian kurir yang boleh membawa sabu dengan sistem pembayaran belakangan.

Nafan menyebut, pihaknya masih menyelidiki keberadaan pemasok sabu itu.

”Sebenarnya sejam usai penangkapan tersangka, kami langsung menuju lokasi tempat tinggal pemasok berdasarkan informasi yang kami dapat. Namun, ketika kami datang, pemasok itu ternyata sudah pergi. Informasi yang kami dapat di lokasi, pemasok itu adalah sekaligus seorang pengedar,” ungkapnya.

Sebagai pengguna juga, tersangka mengaku sering menikmati sabu di waktu kerja. Lagi-lagi, ia tak pernah mengeluarkan uang untuk menikmatinya. Teman-temannya yang menjadi pemakai mengajak dia secara cuma-cuma.

”Kami biasanya pakai saat santai-santai. Biasanya di tempat kerja,” ujarnya.

Tempat yang dipakai untuk menikmati sabu juga cukup aman. Ia dan teman-temannya biasanya mengonsumsi di sumur dekat RPH.

Tujuannya agar mereka bisa segera melempar barang bukti ke dalam sumur ketika ada yang curiga.

Penulis: Aflahul Abidin
Editor: Parmin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved