Anak Danramil Selamat dari Kebakaran Argopuro

Petugas sudah melakukan pengecekan di lokasi Cikasur dan tidak ada kebakaran, namun hanya bekas-bekas kebakaran.

Anak Danramil Selamat dari Kebakaran Argopuro
google
KEBAKARAN HUTAN - Gunung Argopuro salah satu destinasi eksotik gunung di Jawa Timur tak luput dari kebakaran.

SURYA.CO.ID | JEMBER - Delapan pendaki berhasil dievakuasi dari kebakaran hutan di Pegunungan Hyang Argopuro yang berketinggian 3.088 meter dari permukaan laut melalui jalur Baderan Kabupaten Situbondo, Selasa (27/10/2015).

"Delapan pendaki itu sudah dievakuasi turun melalui Baderan oleh tim gabungan dan mereka dalam kondisi sehat walafiat," kata Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jember, Heru Widagdo, di Jember.

Informasi yang didapat dari BPBD Jember, delapan pendaki itu berasal dari dua tim yang merupakan pendaki dari Jember, Surabaya, dan Jakarta.

"Empat pendaki yang berasal dari Jember yakni Vijay alias Tilang, Nizar, Doli alias Jared, dan Rizal. Dua orang di antaranya putra Komandan Rayon Militer Balung dan Puger," tuturnya.

Nama kedelapan orang itu juga tertera di buku tamu jalur masuk pendakian Argopuro di Baderan, Situbondo. Namun berdasarkan informasi dari pendaki yang bisa berkomunikasi melalui handy talky, yang terjebak di kebakaran hutan Hyang Argopuro sebanyak 10 orang.

Heru mengatakan, BPBD bersama Badan SAR Nasional Jember sudah mengirimkan personel untuk membantu evakuasi pendaki tersebut dan evakuasi juga dilakukan oleh BPBD dan SAR Kabupaten Situbondo.

"Yang penting pendaki yang terjebak kebakaran itu bisa dievakuasi turun sehingga kejadian Gunung Lawu tidak terulang di Pegunungan Argopuro," katanya.

BPBD Jember, lanjut dia, juga menerima informasi ada sepuluh orang pendaki dari Jakarta yang dikabarkan mendaki melalui jalur Bremi, Probolinggo.

"Namun kami masih harus cek lagi, apakah benar demikian. Jangan-jangan mereka lapor keluarga naik ke Argopuro, ternyata tidak," ujarnya.

Sementara Kepala Bidang Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) III Jember, Sunandar Trigunajasa mengatakan "hot spot" yang terpantau di Pegunungan Hyang Argopuro bukan kebakaran, namun bara api yang belum padam.

"Petugas sudah melakukan pengecekan di lokasi Cikasur dan tidak ada kebakaran, namun hanya bekas-bekas kebakaran. Kemungkinan masih ada bara api yang belum padam, kemudian terbawa angin hingga menyebabkan terjadinya kebakaran kecil, namun sejauh ini petugas terus melakukan pemantauan di lapangan," tuturnya.

Sunandar mengaku belum tahu pasti berapa luas lahan Hyang Argopuro yang terbakar karena pihaknya belum mendapat laporan dari petugas di lapangan yang saat ini masih melakukan pemantauan.

Baca selengkapnya di Harian Surya edisi besok.
LIKE Facebook Page www.facebook.com/SURYAonline
FOLLOW www.twitter.com/portalSURYA

Penulis: Wahjoe Harjanto
Editor: Wahjoe Harjanto
Sumber:
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved