Berita Sumenep

Maling Bersimbah Darah Karena Bom Sendiri, 4 Kawannya Ngacir

#SUMENEP - Saat banyak warga berdatangan, empat kawannnya segera kabur naiki mobil Toyota Avanza warga putih. Maling itu terkapar sendirian.

Maling Bersimbah Darah Karena Bom Sendiri, 4 Kawannya Ngacir
zainuddin
ILUSTRASI LOKASI KEJADIAN BERDARAH 

SURYA.co.id | SUMENEP - Senjata makan tuan. Ini terjadi saat kawanan maling terkena ledakan bom ikan atau bondet di Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur.

Kasus serupa pernah terjadi dan menimpa Abdul Hasip alias Dullasip, warga Dusun Nongpote, Desa Pragaan Daya, Kecamatan Pragaan, Sumenep.

Kini, korbannya adalah Sati (30), asal Desa Jembangan, Kecamatan Besuk, Kabupaten Probolinggo, Jawa Timur. Ia nyaris tewas terkena ledakan bondetnya, Selasa (20/10/ 2015).

Sati terkena ledakan bondet sewaktu bersama empat kawannnya hendak menggarong rumah milik Kholis (31), warga Dusun Sabedung, Desa Pekandangan Sangrah, Kecamatan Bluto, Sumenep, pukul 03.00 wib.

Kawanan ini gagal menggasak isi rumah Kholis karena pelaku terjatuh sewaktu akan beraksi. Sati yang menyimpan bondet sebagai senjata di balik kantong bajunya pun terkena ledakan. 

"Ledakan keras tidak saja membangunkan pemilik rumah, tetapi warga sekampung terbangun dan ramai-ramai mendatangi sumber ledakan," ujar Fajar, warga sekitar.

Saat banyak warga berdatangan, empat kawannnya yang semula berusaha menolong, terpaksa ngacir naik mobil Toyota Avanza warna putih.

Saat itu, Sati terkapar dan bersimbah darah darah serta tak sadarkan diri. "Kami hanya menemukan Sati terkapar di pekarangan rumah milik Kholis," lanjutnya.

Warga berusaha menolong namun karena tidak ada yang mengenal, mereka pun lapor kejadian tersebut ke Polsek Bluto.

Lima anggota Polsek Bluto yang tiba di lokasi kejadian langsung mengamankan Sati. Lalu petugas kesehatan dari Puskesmas Bluto ke lokasi dan mengevakuasi korban.

Karena kondisinya kritis, korban segera dirujuk ke rimah sakit Dr H Moh Anwar Sumenep.

"Dugaan sementara, dia adalah salah satu kawanan komplotan pencuri bermobil asal luar Madura. Tetapi akan terus kami dalami karena keterangan korban berubah-ubah," ujar Kapolres Sumenep, AKBP Rendra Radita Dewayana melalui AKP Hasanuddin, Selasa (20/10/2015).

Polisi juga kini memburu empat kawan Sati. Identitas pelaku sudah di tangan polisi.

Mereka diduga kawanan pencuri mobil karena beberapa kasus pencurian mobil dan motor selalu naik mobil dan berjumlah 5 orang. Seperti yang terjadi di perumahan Sumekar, Sumenep hingga menewaskan pemiliknya, beberapa waktu lalu.

Penulis: Moh Rivai
Editor: Yuli
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved