Jumat, 24 April 2026

Mahasiswa UINSA Tewas

Sebelum Tewas, Yudi Batuk Darah di Lembah Setan dan Kaki Lutfi Memar

#MALANG - Rekonstruksi awal tewasnya 2 mahasiswa UINSA Surabaya saat Diklatsar di Pagak, Kabupaten Malang.

Penulis: Sylvianita Widyawati | Editor: Yuli
REPRO: sylvianita widyawati
Foto dua mahasiswa UIN Sunan Ampel Surabaya yang meninggal dunia saat diklat SAR di wana wisata Sumuran Kecamatan Pagak, Kabupaten Malang. Lutfi Rahmawati (kiri) dan Yudi Akbar Rizky. 

SURYAMA.co.id | MALANG - Polisi melakukan rekonstruksi awal terkaitnya meninggalnya dua mahasiswa UIN Sunan Ampel Surabaya (UINSA) di kawasan hutan Perhutani di Desa Sumberejo, Kecamatan Pagak, Kabupaten Malang, Minggu siang (18/10/2015).

Timnya antara lain dari Polsek Pagak dan Polres Malang. Lokasi rekonstruksi antara lain dapur induk/pos induk tempat berkumpul peserta diklat SAR kr XXIV Mapalsa (Mahasiswa Pecinta Alam Sunan Ampel) di wana wisata Sumuran di Desa Sumberejo. Lokasi sekarang sudah diberi garis polisi.

Kemudian tim naik lagi ke bukit untuk melihat titik lain. "Ini lokasi istirahat saat Jumat lalu (16/10/2015)," ungkap Pramudya, Ketua Umum Diklat SAR XXIV Mapalsa saat di titik beberapa ratus meter dari dapur induk/pos induk di bawah.

Menurut pria berambut panjang ini, dua peserta diklat yaitu Yudi Akbar Rizky (18), warga Sukolilo Park Regency Surabaya dan Lutfi Rahmawati (19), warga Jl Bratang Binangun Surabaya pada Jumat petang pukul 18.00 WIB diturunkan ke dapur induk. Hal ini karena kondisi mereka tidak memungkinkan.

"Mereka kita turunkan ke dapur induk pakai motor dari sini," jelas Pramudya. Ada dua motor membawa Yudi dan Lutfi.

Sementara peserta lainnya meneruskan perjalanan ke gua dan puncak makam Ijen. Menurut Pramudya, Yudi sempat batuk-batuk darah saat kegiatan di Lembah Setan.

Sedang Lutfi tidak mengikuti kegiatan karena kakinya memar setelah jatuh saat dilakukan aplikasi PPGD (Pertolongan Pertama Gawat Darurat).

Sehari-hari, Lutfi adalah mahasiswa jurusan Matematikan Fakultas Saintek. Sedang Yudi, mahasiswa jurusan Psikologi Fakultas Psikologi dan Kesehatan UINSA.

Menurut Pramudya, sejak dulu, Mapalsa selalu melakukan diklat di kawasan wana wisata Sumuran. Alasannya, kegiatan segala divisi ada di wana wisata ini. 

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved