Jumat, 24 April 2026

Berita Malang Raya

Mahasiswa UINSA Tewas, Lokasi Pos Induk Diberi Garis Polisi

"Yang kita beri garis polisi itu tempat berkumpulnya. Ada pos induk," ujar Kapolsek Pagak AKP Farid Fathoni di lokasi kepada SURYAMALANG.COM, Minggu

Penulis: Sylvianita Widyawati | Editor: Yoni
surya/Sylvianita Widyawati
Inilah lokasi pos induk mahasiswa UIN Sunan Ampel Surabaya tempat dilaksanakan diklat SAR di wana wisata Sumuran Desa Rejosari, Kecamatan Pagak, Kabupaten Malang. Lokasinya telah diberikan garis polisi, Minggu (18/10/2015). 

SURYA.co.id |MALANG - Polisi telah memberi garis polisi pada lokasi pos induk tempat peserta diklat SAR UIN Sunan Ampel (UINSA) Surabaya, Minggu (18/10/2015).

Lokasinya terletak di wana wisata Sumuran, Desa Sumberejo, Kecamatan Pagak, Kabupaten Malang. Tempat ini merupakan areal milik Perhutani.

"Yang kita beri garis polisi itu tempat berkumpulnya. Ada pos induk," ujar Kapolsek Pagak AKP Farid Fathoni di lokasi kepada SURYAMALANG.COM, Minggu (18/10/2015).

Ditambahkan Sukiat, Kepala Resor Pemangkuan Hutan (RPH) Rejosari, lokasi Sumuran memang sudah sering jadi kegiatan diklat.

Untuk bulan ini saja, sudah ada empat perguruan tinggi mengajukan izin ke Perhutani.

Selain UINSA, juga STIE ABM Malang dan pada 23 Oktober 2015 mendatang dijadwalkan Unikan Malang.

Sedang untuk kegiatan diklar SAR UINSA, sesuai izinnya mulai Rabu (14/10/2015) sampai Minggu (18/10/2015).

Namun dengan adanya kematian dua mahasiswa UINSA saat diklat SAR, kegiatan sudah berakhir sampai Sabtu (17/10/2015).

Menurut Sukiat, meski sudah sering dijadikan lokasi diklat, namun baru ada kegiatan yang memakan korban ya saat ada diklat SAR UINSA.

"Baru satu kali ini terjadi," kata dia.

Menurut Sukiat, saat ada kelompok mengajukan izin ke pihaknya, selalu diberi peringatan-peringatan.

Misalkan dilarang main api, dilarang panjat tebing. Jika ada kegiatan panjat tebing, biasanya dilakukan di arel Lembah Kera (KR).

"Jika tidak memungkinkan musimnya seperti hujan angin, ya kita beri arahan," kata Sukiat.

Ditambahkan Sukiat, kegiatan-kegiatan menantang fisik, apalagi saat musim kemarau, diingatkan agar peserta membawa bekal air yang cukup.

"Sangat penting bekal air karena -khawatir dehidrasi. Apalagi jika ada kegiatan jarak jauh," kata dia.

Masalah kesehatan, kendaraan untuk menjaga peserta harus dipikirkan.

"Jangan sampai ada peserta kelihatan sakit, masih nyari kendaraan," pesan Sukiat.

Baca selengkapnya di Harian Surya edisi besok
LIKE Facebook Surya - http://facebook.com/SURYAonline
FOLLOW Twitter Surya - http://twitter.com/portalSURYA

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved