Tips Bugar
Berapa Waktu Ideal Berolahraga, Inilah Jawabannya
Semakin berkurang kegiatan, membuat keluhan mudah muncul. Yang paling sering muncul adalah sakit pinggang, mudah lelah, sering kesemutan.
SURYA.CO.ID | SURABAYA - Berapa lama berolahraga supaya tubuh tetap bugar? Pertanyaan itu menggiring orang pada pemanfaatan waktu.
Kadang-kadang, karena padatnya kegiatan, olahraga menjadi agenda yang dicoret pertama.
Jika pencoretan agenda itu semakin sering, orang menjadi malas memulai lagi kebiasaan berolahraga.
Padahal, semakin tidak berolahraga, tubuh semakin tidak fit.
”Semakin berkurang kegiatan, membuat keluhan mudah muncul. Yang paling sering muncul adalah sakit pinggang, mudah lelah, sering kesemutan, dan keluhan lainnya,” kata Jerry Lesmana personal trainer Club House Regency 21.
Menurutnya, jika tidak dilatih, otot-otot mulai mengendur serta ketahanan tubuh berkurang.
Lama berolahraga menjadi salah satu kendala. Sebenarnya orang tidak perlu melakukan olahraga sangat lama jika yang dicari kebugaran.
Olahraga lima kali seminggu dengan waktu berolahraga 30–40 menit sebenarnya sudah cukup.
Itu sudah termasuk pemanasan lima menit dan pendinginan lima menit. Sisanya untuk latihan kardio.
Jika waktu 40 menit dianggap terlalu mahal untuk porsi olahraga, ganti dengan acara berjalan kaki yang lebih mudah dilakukan.
Yang paling mudah, lewat tangga dan jangan gunakan lift.
Di antara waktu bekerja, sempatkan berjalan-jalan berkeliling.
Ke pantry, ke ruang sebelah, ke lobi, atau sekadar menyapa teman-teman.
Siang saat makan siang, sempatkan juga berjalan-jalan.
Biasanya setelah kenyang, acara berjalan di mal menjadi lebih menyenangkan.
Waktu istirahat satu jam seharusnya bisa digunakan untuk makan sekaligus menggerakkan badan.
Porsi latihan kardio bisa berganti-ganti agar tidak bosan.
Bukan hanya supaya tidak bosan, olahraga perlu dilakukan bervariasi untuk melatih seluruh kemampuan motorik tubuh.
Artinya ketika orang hanya melakukan satu jenis latihan, maka kemampuan motorik yang terlatih hanya pada bagian tertentu saja.
Jika memilih berlari, kombinasikan dengan bersepeda supaya juga dapat melatih keseimbangan.
Variasinya, dalam satu minggu, orang satu kali berlari, dua kali berjalan, dan dua kali bersepeda.
Yang penting adalah memilih jenis olahraga yang bersifat aerobik.
Olahraga yang bersifat aerobik antara lain adalah berjalan, joging, bersepeda, renang, atau senam aerobik.
Jika mampu melakukannya, skipping (lompat tali) dapat menjadi pilihan.
Skipping selama satu jam mampu membakar kalori dalam tubuh hingga 1.000 kalori.
Manfaat lain adalah meningkatkan kepadatan tulang dan juga meningkatkan kapabilitas tubuh secara menyeluruh.
Otot dapat semakin kencang, terutama otot kaki dan otot bagian bawah tubuh lainnya.
Otot bagian atas seperti lengan dan bahu pun mendapatkan manfaatnya karena tangan menjadi poros dari putaran tali.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/surabaya/foto/bank/originals/sepeda-statis_20151017_081023.jpg)