Pendidikan
Ada 10 Stand Mini di Bazar Gebyar Muharram SD Ini
Ada 10 stand mini yang menjual beraneka barang di halaman selatan sekolah. Mulai makanan, minuman maupun keperluan sekolah.
Penulis: Titis Jati Permata | Editor: Titis Jati Permata
SURYA.co.id | SURABAYA - "Mari silahkan. Siapa yang mau beli kue-kue ini. Harganya murah lho," ujar Zaki dan Meisya kompak.
Kedua siswa kelas tiga SD Muhammadiyah 8 Sutorejo, Surabaya ini bersemangat menawarkan barang dagangannya, seperti kue-kue kering, es lilin, maupun makanan kecil lainnya.
Di sebelahnya, ada Balqis dan Velia siswa kelas dua yang menawarkan jepit rambut, bando notes kecil dan sejumlah pernak-pernik lainnya.
Harga barang yang dijualnya pun cukup murah, mulai Rp 1.000. Sementara siswa yang lainnya mengerumuni meja-meja yang disulap jadi "lapak" dadakan tersebut.
"Aku mau beli satu Balqis. Ini berapa harganya?" tanya Nabila sambil memegang notes kecil. "Itu Rp 1.500," jawab Balqis. "Oke, aku beli satu," timpal Nabila
Ya, kegiatan bazar ini menjadi rangkaian kegiatan Gebyar Muharram 1437 H yang diadakan SD Muhammadiyah 8 Surabaya, Jumat (16/10/2015).
Ada 10 stand mini yang menjual beraneka barang di halaman selatan sekolah. Mulai makanan, minuman, keperluan sekolah maupun mainan. Semuanya dijual murah, sesuai kantong anak-anak.
"Kegiatan ini digelar menyambut datangnya Tahun Baru Muharram 1437 Hijriyah. Ada beragam kegiatan yang diadakan sekolah selama dua hari, mulai Kamis kemarin," ujar H Syaiful Anwar SAg, Kepala SD Muhammadiyah 8 Surabaya kepada SURYA.co.id, Jumat (16/10/2015).
Sehari sebelumnya, sekolah melakukan pawai keliling jalan Sutorejo, sambil membawa poster berisikan tulisan menyambut Tahun Baru Islam, Kamis (15/10). Juga menampilkan drum band dan samroh siswa.
Dan di hari kedua digelar bazar, lomba tartil dan lomba adzan dengan peserta siswa kelas dua hingga enam.
"Melalui bazar ini anak-anak diharapkan bisa belajar banyak hal. Mulai cara berkomunikasi untuk menawarkan barang yang dijualnya, hingga menjadi seorang enterpreneur cilik. Semua dilatih sesuai dengan kemampuan anak-anak," lanjut Saiful.
Sementara lomba adzan dan tartil bisa menjadi salah satu kontrol pembiasaan target hafalan siswa dalam aktivitas belajar mengajar.
"Semuanya dikemas melalui kegiatan yang menarik minat siswa. Tiap tahun Gebyar Muharram digelar rutin dengan kemasan yang berbeda," tambah Mudlofar, staf pengajar SD Muhammadiyah 8 Surabaya.
Baca selengkapnya di Harian Surya edisi besok
LIKE Facebook Surya - http://facebook.com/SURYAonline
FOLLOW Twitter Surya - http://twitter.com/portalSURYA
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/surabaya/foto/bank/originals/1610gebyar-muharram-sdm-8-surabaya_20151016_171223.jpg)