Berita Sumenep

Pelayaran Kapal Perintis Sumenep - Masalembu Macet 2 Bulan Ini

Akibatnya pelayaran ke kepulauan tersebut lumpuh, berikut juga distribusi kebutuhan sembilan bahan pokok ( sembako ) dan jalur perdagangan terputus.

Pelayaran Kapal Perintis Sumenep - Masalembu Macet 2 Bulan Ini
m rivai
Tumpukan barang dagangan tak terangkut di Pelabuhan Dermaga III Kalianget, Sumenep, Madura. 

SURYA.co.id | SUMENEP – Warga kepulauan di Sumenep, Madura, Jatim kembali dipusingkan oleh mandeknya kapal perintis yang sejak dua bulan lalu tidak beroperasi.

Akibatnya pelayaran ke kepulauan tersebut lumpuh, berikut juga distribusi kebutuhan sembilan bahan pokok ( sembako ) dan jalur perdagangan terputus akibat tidak adanya angkutan ke kepulauan tersebut.

Anggota Dewan Sumenep menyebut sesuai informasi dari Dinas Perhubungan Provinsi Jawa Timur, sejak September lalu, KM Amukti Palapa telah habis masa kontraknya, dan belum ada kapal lain yang menggantikan jalur keperintisan tersebut.

Namun Pemkab Sumenep menepis hal tersebut, karena kontrak Amukti Palapa belum habis, tetapi kapal bantuan Pemprov tersebut dalam perbaikan atau docking.

Ketua Komisi III DPRD Sumenep, Dulsiam menyangsikan jika memang benar sesuai informasi dari Pemprov Jatim kalau kapal KM Amukti Palapa yang selama ini melayani pelayaran Sumenep – Masalembu telah habis kontraknya. Karena seharusnya kontrak kapal berakhir pada akhir tahun bukan pertengahan tahun

‘’Ini kan aneh, tidak pada biasanya kapal kontrak Provinsi Jatim telah habis masanya. Setahu saya ini setiap akhir tahun yang masih kurang tiga bulan lagi,’’ kata Dulsiam, Senin (12/10/2015).

Menurutnya, jika benar telah habis kontrak, pihaknya berencana dalam waktu dekat ini akan mendatangi Pemprov Jatim, khususnya Dinas Perhubungan. Untuk mempertanyakan apakah memang kontrak habis, atau mungkin adanya permainan pihak tertentu untuk mengeruk keuntungan dibalik tidak beroperasinya kapal tersebut.

‘’Untuk mengantisipasi kekosongan dan lumpuhnya jalur pelayaran ke Pulau Masalembu, pihaknya mendesak Pemkab Sumenep segera bertindak mengganti kapal tersebut, atau mengajukan kontrak baru ke Provinsi Jatim,’’ politisi asal PKB ini.

Di pihak lain, Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Sumenep Moh Fadillah, menepis tudingan atau kabar habisnya kontrak KM Amukti Palapa yang merupakan satu-satunya kapal yang melayani jalur ke pulau terjauh dari daratan Sumenep itu.

Karena sebenarnya info yang diterima Dishub Sumenep kapal KM Amukti Palapa sedang dalam perbaikan atayu ngedok.

‘’Amukti Palapa belum habis kontraknya, tetapi memang dalam perbaikan atau ngedock. Saat ini sedang diusahakan kapal lain dan sedang dipersiapkan otoritas pelabuhan Tanjung Perak,’’ tepis Moh Fadilah, Senin (12/10/2015).

Fadilah menjamin, tidak lama lagi atau paling lambat seminggu ke depan kapal pengganti Amukti Palapa sudah datang. Karena memang proses ijin berlayar kapal pengganti Amukti Palapa sedang dalam proses.

‘’Mohon sabar, karena tidak lama lagi jalur Kalianget Sumenep – Masalembu segera lancer kembali,’’ pungkasnya.

Sementara itu sejak tidak beroperasinya KM Amukti Palapa, ratusan penumpang dan angkutan perdagangan jurusan Masalembu keleleran, Begitu juga sebaliknya dari Masalembu ke Sumenep mandeg. Warga setempat berharapo kembali ada kapal, karena dipastikan perekonomian akan lumpuh.

Penulis: Moh Rivai
Editor: Yuli
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved