Berita Lamongan
Duduki Lokasi Penambangan, Massa Ajukan 5 Tuntutan
"Rumah kami kotor semua, tempat tidur dan lantai penuh debu,"gerutus pendemo.
Penulis: Hanif Manshuri | Editor: Yoni
SURYA.co.id |LAMONGAN - Saat menduduki lokasi penambangan batu kapur, di Gunung Pegat, Desa Gajah, Kecamatan Baureno, Bojonegoro Minggu (11/10/2015).
Warga semangat membacakan tuntutannya, diantaranya PT Wira Bumi harus membuat jalan beraspal dan ditengahnya ada kubangan air.
Bak dum truk harus ditutup rapat dengan terpal
Meminta sopir truk menjalankan kendaraannya dengan pelan-pelan yakni dengan kecepatan 20 km/jam.
Dan waktu pengakutan harus mulai jam 07.00 WIB sampai jam 17.00 WIB.
Selain itu, warga juga meminta kompensasi atau ganti rugi atas debu yang telah ditimbulkan.
PT Wira Bumi harus memberi kompensasi bagi kesehatan dan kebersihan warga, Rp 500 ribu bagi warga yang kediamannya di tepi jalan, dan Rp 300 ribu bagi warga yang ada di gang-gang.
Sebab, akibat debu yang ditimbulkan, warga mengaku kesehatan mereka terganggu.
"Rumah kami kotor semua, tempat tidur dan lantai penuh debu,"gerutus pendemo.
Dampak lain dirasakan warga adalah rusaknua sumber mata air. Makanya PT Wira Bumi harus mengurangi kegiatan penambangan.
Diakhir tuntutannya, Warga memberikan deadline bagi PT Wira Bumi untuk memenuhi tuntutan warga, paling lama sepekan kedepan.
Apabila tuntutan warga tidak dipenuhi, warga akan kembali demo. Berbagai tuntutan itu dibacakan, namun massa tidak ditemui perwakilan sama sekali, baik dari PT Wira Bumi, maupun pemerintahan desa Gajah Bojonegoro.
Massa kemudian balik kanan dan memastikan akan bergerak kembali jika tuntutan mereka tidak direspon.
Baca selengkapnya di Harian Surya edisi besok
LIKE Facebook Surya - http://facebook.com/SURYAonline
FOLLOW Twitter Surya - http://twitter.com/portalSURYA
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/surabaya/foto/bank/originals/demo-kapur-22_20151011_133516.jpg)