Jumat, 17 April 2026

Berita Malang

Ini Perkiraan Paranormal Tentang 2 Pemancing Terseret Ombak Laut Kidul

#MALANG - Dari empat bersaudara yang diterjang ombak pantai saat hendak memancing, ada dua orang yang belum ditemukan.

Penulis: Sylvianita Widyawati | Editor: Yuli
sylvianita widyawati
Kapolsek Gedangan AKP Edy Sunyata dan tim pencari ke lokasi tempat memancing di bukit Pantai Batu Bengkung, Kabuoaten Malang, Jumat (9/10/2015). 

SURYAM.co.id | MALANG - Pencarian korban Pantai Batu Bengkung di Desa Gajahrejo, Kecamatan Gedangan, Kabupaten Malang dilanjutkan, Jumat (9/10/2015). Pantai itu bagian dari Laut Kidul atau Samudera Indonesia yang ombaknya terkenal ganas.

Ini pencarian hari ketiga sejak kejadian Rabu malam (7/10/2015). Dari empat bersaudara yang diterjang ombak pantai saat hendak memancing, ada dua orang yang belum ditemukan.

Mereka adalah Imam Hanafi dan Muhammad Safiin. Korban selamat adalah Muhammad Nafian dan korban meninggal dunia bernama Nikman Nasir.

Pencarian hari ketiga diikuti, antara lain, Kapolsek Gedangan AKP Edy Sunyata, Koordinator Keamanan Perum Perhutani Malang yang juga Wakil Adm wilayah barat Perhutani Malang, Dadan Hamdan,serta Kasatpol Air Polres Malang AKP Nyoto Gelarl.

Tim pencarian meliputi Polair, Basarnas, PMI, SAR Mahameru dan relawan. "Didirikan juga posko di sini (Pantai Batu Bengkung)," ujar Kapolsek Gedangan kepada SURYA.co.id, Jumat (9/10/2015).

Menurutnya, baru ini ada kejadian Pantai Batu Bengkung yang baru dibuka oleh umum pada 2014.

"Penyisiran akan dilaksanakan sampai hari ketujuh," ungkap dia. Penyisiran dilakukan sepanjang pantai selatan dengan memanfaatkan tenaga SAR di titik-titik pantau.

Dijelaskan Kapolsek, pada Senin sampai Rabu lalu, ombaknya sangat besar antara 4-5 meter. Sementara itu Siyono Karyo Utomo atau Mbah Siyono, tim pencari yang juga paranormal, memperkirakan, korban masih ada di sekitar pantai Batu Bengkung.

"Masih tenggelam dan belum mengambang," ungkap Mbah Siyono yang juga pengelola Pantai Regent di kawasan Kecamatan Bantur.

Katanya, berbeda dengan kawasan Pantai Ngantep yang memiliki pusaran air laut, Pantai Batu Bengkung tidak ada.

"Tapi di Bengkung ada gua-gua. Tapi saya yakin akan keluar dua korban itu," ungkapnya.

Ia memperkirakan, korban mungkin akan ditemukan besok atau lusa. Kondisinya memang sudah meninggal dunia.

Yoyok Pandan, kerabat korban, menyatakan, keluarga memang berharap mereka ditemukan. Sedang Dadan Hamdan dari Perhutani menyatakan pihaknya sebagai bagian dari pengelola pantai akan memenuhi kewajiban jika terjadi kecelakaan laut di objek wisata.

"Tapi proses administrasinya dipenuhi dulu. Tadi sudah kami sampaikan," ungkap Dadan.

Menurutnya, seluruh pantai selatan yang dibuka untuk umum dan dikelola bersama Perhutani dan LMDH sudah memberikan tiket berporporasi sehingga pengunjung dijamin asuransi.

"Pantainya mulai Lenggoksono, Balekambang, Sendangbiru dll," kata dia.

Ia mengucapkan bela sungkawa pada keluarga korban atas musibah ini dan berharap dua korban lain bisa ditemukan. 

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved