Tragedi Mina
14 Jamaah Haji Probolinggo Meninggal
"Ada 14 jamaah haji Probolinggo yang meninggal. Sebanyak 12 di antaranya terkait insiden terowongan Mina
Penulis: Irwan Syairwan | Editor: Yoni
SURYA.co.id |PROBOLINGGO - Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Probolinggo akhirnya merilis secara resmi jumlah jamaah haji Kloter 48 Kota/Kabupaten Probolinggo yang meninggal.
Setelah melakukan pendataan final, belasan jamaah haji Probolinggo meninggal dunia.
"Ada 14 jamaah haji Probolinggo yang meninggal. Sebanyak 12 di antaranya terkait insiden terowongan Mina," kata Ato'ilah, Plt Kepala Kemenag Kabupaten Probolinggo, Kamis (8/10/2015).
Data terbaru, dua jamaah haji atas nama Zaini bin Maulan warga Dusun Kamar, Desa Liprak Kidul, Banyuanyar, Kabupaten Probolinggo, dan Masykur bin Atmino warga Dusun Dauh, Desa Alas Tengah, Besuki, Kabupaten Probolinggo, dipastikan meninggal setelah tragedi Mina tak kembali ke Maktab.
"Tahun lalu tak ada jamaah kami yang meninggal. Tahun ini sangat banyak karena ada insiden itu (terowongan Mina)," sambungnya.
Untuk dua jamaah atas nama Abdul Rohim Pari Sotro asal Desa Karangren, Krejengan, Kabupaten Probolinggo, dan Mustofa Suryo dari Kedunggaleng, Wonoasih, Kota Probolinggo, meninggal karena sakit.
"Dua jamaah ini sempat dirawat di rumah sakit di sana (Kerajaan Arab Saudi, KAS)," ujarnya.
Sementara itu, putra Zaini bin Maulan, Nurul Huda, mengaku pasrah atas kejadian yang menimpa ayahnya. Tak hanya ayahnya, ibunya pun, Yusriani binti Qohar juga sudah dinyatakan meninggal di terowongan Mina.
"Sudah kehendak Allah SWT, kami pasrah. Saya sebagai anak hanya bisa mendoakan ayah dan ibu saya syahid," ujar Huda.
Jamaah haji Kloter 48 asal Probolinggo dijadwalkan akan kembali ke Tanah Air pada 18 Oktober mendatang.
Baca selengkapnya di Harian Surya edisi besok
LIKE Facebook Surya - http://facebook.com/SURYAonline
FOLLOW Twitter Surya - http://twitter.com/portalSURYA