Jumat, 24 April 2026

Berita Malang

Budiono Akui Bacok Pria Pembawa Kabur Istrinya Selama 3-4 Bulan

#MALANG - "Dia membawa kabur istri saya sejak tiga bulan atau empat bulan," urai tersangka Budiono.

Penulis: Sylvianita Widyawati | Editor: Yuli
sylvianita w
Wakapolres Malang, Kompol Arief Mukti bersama AKP Adam Purbantoro, Kasat Reskrim Polres Malang menjelaskan masalah pembunuhan di Pagak, Senin (5/10/2015). 

SURYA.co.id | MALANG - Budiono (40), tersangka pembunuh Didik Hariadi (26) di Dusun Krajan, Desa Sempol, Kecamatan Pagak, Kabupaten Malang mengaku sudah berniat mencari selingkuhan istrinya itu.

Jika ketemu, ia berniat membunuhnya. Ia mengaku mendapatkan alamat rumah nenek Didik itu dari istrinya yang kini dikabarkan berada di Kalimantan.

Saat dibunuh Minggu pagi (4/10/2015) di rumah neneknya, Didik sebenarnya baru tiba dari Surabaya pukul 03.00 WIB.

"Subuh saya berangkat langsung mencari Didik," ungkap Budiono ketika rilis kasus pembunuhan itu di Polres Malang, Senin (5/10/2015).

Ia berangkat bersama Sg, temannya yang juga warga Kepanjen. Sg yang ditugasi mencari tahu alamat nenek Didik di Desa Sempol.

Mereka berboncengan naik motor ke sana. "Dia membawa kabur istri saya sejak tiga bulan atau empat bulan," urai Budiono.

Menurut Wakapolres Malang, Kompol Arief Mukti Surya SIK, pelaku dendam atau cemburu ke korban. "Dari pemeriksaan, tersangka dendam atau cemburu sebab istrinya punya hubungan gelap dengan korban," kata Mukti kepada wartawan.

Lama mencari, ternyata ia mendapat informasi bahwa Didik sedang pulang ke rumah neneknya.

Maka ia mendatangi rumah itu bersama saksi Sg. "Saat itu pintu rumah depan terbuka. Ia masuk ke dalam ruang tamu," terang wakapolres.

Kebetulan, Didik sedang tidur di ranjang kamar tamu. Budiono kemudian membangunkan Didik. "Apa kamu bernama Didik?" tanya Budiono kepada korban.

Begitu menjawab iya, celurit langsung dibacokkan ke dadanya sehingga ada luka melintang sepanjang 19 cm.

Bacokan itu mengenai paru dan jantung. Ia juga terkena bacok di kepala. "Penyebab kematiannya karena luka pada dada karena kena jantung dan paru," ungkap Mukti.

Menurutnya, dalam pertemuan itu tidak sampai terjadi percekcokan. Kemungkinan korban akan lari namun jatuh di antara pintu depan sampai teras rumah.

Sejauh ini, Budiono adalah pelaku tunggal dari kasus ini. Sedang Sg hanya berperan mengantarkan ke alamat dan jadi saksi kunci.

Namun ia tidak mengetahui niat buruk pelaku untuk membunuh Didik. "Sempat dikira masalah utang piutang," kata AKP Adam Purbantoro, Kasat Reskrim Polres Malang.

Makanya, Sg juga sempat melerai mereka. Tapi karena ia juga nyaris kena bacok, Sg melarikan diri. Pelaku dapat ditangkap tiga jam setelah kejadian pembacokan pukul 06.00 WIB di rumah kakak tersangka di Desa Ngadilangkung, Kepanjen. 

BACA JUGA: "Dia membawa kabur istri saya sejak tiga bulan atau empat bulan," kata Budiono.

sasa

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved