Berita Pamekasan

Martawi Tewas Berpelukan, Istri, Mertua dan Anaknya Belum Sadar

#PAMEKASAN - Satu keluarga keracunan gas buang dari genset. H Martawi tewas dalam posisi berpelukan dengan istrinya.

Martawi Tewas Berpelukan, Istri, Mertua dan Anaknya Belum Sadar
SURYA/muchsin
KERACUNAN ASAP GENSET - Hj Sumani dan ibu kandungnya Ny Nabiha, serta anaknya, Salaman, masih dirawati di ruang ICU, karena kondisinya kritis. 

SURYA.co.id | PAMEKASAN – Hingga kini tiga korban keracunan gas buang genset, Hj Sumani (50), pengusaha kayu, ibu kandungnya, Ny Nabiha (66) dan anak sulungnya, Salaman (25), masih dirawat di ruang Intensive Care Unit (ICU) RSUD dr Slamet Martodirjo, Kabupaten Pamekasan, Madura.

Mereka warga Dusun Togur Daya Desa Sotaber, Kecamatan Pasean, Pamekasan. Ketiganya belum sadar. Terutama Hj Sumani dan Nabiha.

Sementara Salaman, kondisinya mulai membaik, namun belum bisa dikatakan sadar penuh, karena sempat berbica dengan perawat beberapa kata lalu tidur seperti tidak sadarkan diri.

Ketika reporter SURYA.co.id berkunjung ke ruang ICU, Senin (5/10/2015), ketiganya terbaring dengan kondisi tidak sadar.

Posisi tidurnya terlentang dan dihidungnya terpasang nafas oksigen. Letak tempat tidur Hj Sumani berdampingan dengan tempat tidur Salaman. Sedang Ny Nabiha, tempat tidurnya agak terpisah berada di ujung.

“Tadi saya melihat Salaman sempat membuka matanya sebentar. Kepalanya menoleh ke samping kiri ke arah tempat tidur ibunya. Dari bibirnya kami dengar kalimat oh Ummi. Setelah itu, Salaman tidur lagi dan belum bangun sampai sekarang,” kata salah seorang perawat di ruang ICCU.

Sementara Asmari (40), salah seorang keluarga korban mengakui jika kondisi Salaman sudah melewat masa kritis dan membaik. Tapi belum bisa diajak bicara banyak. Apalagi ditanya masalah kejadian yang merengut jiwa ayahnya (H Martawi.Red), tentu kondisinya tidak memungkinkan.

Dikatakan, saat dirinya diberi waktu beberapa menit untuk membesuk ke ruang ICU, melihat mendekati Salaman tapi belum berani untuk mengajak bicara. Alasannya, takut jiwa Salaman labil dan tidak menerima keadaan ini.

“Salaman sudah mengerti kalau ayahnya meninggal dalam musibah kemarin. Kami lihat Salaman syok berat dan air matanya menetes membasahi pipinya, sepertinya sedih. Saya berpesan agar tabah menghadapi musibah ini,” kata Asmari

Diungkapkan, sebelumnya Ny Nabiha dirawat di sal D, tapi tadi pagi dipindah ke ruang ICCU. Ia tidak mengerti kenapa. Apakah karena kondisinya belum sadar, lalu dimasukkan ke ruang ICCU.

Halaman
12
Penulis: Muchsin
Editor: Yuli
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved