Senin, 27 April 2026

Es Krim Biji Nangka Karya Mahasiswa Unusa

Unusa bakal mendaftarkan es krim ke Departemen Kesehatan dan Badan Pengawas Obat dan Makanan (POM).

Penulis: Aflahul Abidin | Editor: Wahjoe Harjanto

SURYA.CO.ID | SURABAYA - Jangan remehkan biji nangka. Meski tak sepopular daging buahnya, biji nangka ternyata punya banyak manfaat. Kandungan zat besi yang tinggi cocok dikonsumsi ibu hamil agar terhindar dari anemia.

Atas dasar itu, lima mahasiswa Universitas Nahdlatul Ulama Surabaya (Unusa) mengolah biji nangka menjadi es krim agar lebih bernilai jual. Bahkan karya ini mengantarkan Tim Unusa memenangkan Program Mahasiswa Wirausaha (PMW) yang diadakan Kopertis Wilayah VII Surabaya.

Awalnya, ide membikin es krim itu sekadar untuk memenuhi tugas mata kuliah Kewirausahaan. Saat pulang kuliah, salah satu anggota tim melihat banyak biji nangka terbuang di Pasar Wonokromo.

Dari sana biji nangka diangkat sebagai ide utama. Harga biji nangka juga cukup murah, yakni Rp 5.000 per Kilogram. Kebetulan saat itu, Bulan Juni, sedang musim nangka di Surabaya.

Tak diduga, hasil kreasi mereka diminati banyak orang. Saat pertama diujikan, para dosen mengapresiasi. Setelah dipasarkan, masyarakat juga mengemari.

"Kami sempat memasarkan ke warga daerah sekitar Sidoarjo untuk uji praktek. Kami membawa 30 cup ukuran kecil, habis kurang dari satu jam," kata Ulfa Muharromatun, salah satu anggota tim, Senin (28/9/2015).

Meskipun mengusung biji nangka sebagai tema utama, komposisinya terhadap bahan es krim bukan mayoritas. Seperti es krim pada umumnya, komposisi paling banyak adalah susu.

Untuk satu liter es krim, biji nangka yang dipakai hanya 250 gram. Sisanya campuran dari susu, krim, tepung jagung dan whipping. "Biji nangka kami tumbuk, tidak kami blender. Tujuannya agar cita rasanya tak hilang," lanjut Ulfa.

Pembuatan es krim itu cukup sederhana. Biji nangka direbus hingga lunak sebelum ditumbuk halus. Kemudian, adonan itu dicampurkan ke bahan-bahan lain kecuali whipping untuk dijadikan satu adonan utuh.

"Whipping dipakai sebagai pengembang. Setelah semuanya tercampur, whipping kami aduk dengan mixer dan kemudian kami campurkan adonan. Setelah itu, tinggal dimasukkan ke freezer hingga membeku," ucap dia.

Tim sengaja menghindari gula agar es krim aman dikonsumsi penderita deabetes. Soalnya, selain baik untuk ibu hamil, makanan itu juga diklaim berguna sebagai pelancar sembelit dan peningkat vitalitas.

Jadi bukan hanya kaum hawa yang berbadan dua saja yang boleh mengonsumsinya. Kaum lelaki boleh-boleh saja menghabiskannya. Ulfa mengklaim, makanan itu tahan sekitar 10 hari di dalam freezer meski tanpa bahan pengawet.

Wakil Rektor II Unusa, Umi Hamik mengatakan, universitas mendukung produk kreasi mahasiswa untuk dikomersilkan dan akan menfasilitasi kebutuhan para mahasiswa mulai dari uji labolatorium hingga uji gizi.

Agar bisa dipasarkan di tempat-tempat yang bagus, Unusa juga bakal mendaftarkan es krim ke Departemen Kesehatan dan Badan Pengawas Obat dan Makanan (POM).

"Fasilitas itu kami berikan agar memfasilitasi mahasiswa lain untuk mau berinovasi dan belajar berwirausaha," terangnya.

Ulfa mengatakan, timnya akan bekerja sama dengan salah satu apotik untuk menjual es krim biji nangka. Dengan biaya sekitar Rp 200.000 untuk 35 cup, pihaknya yakin bisa mendapat untung meski tak besar. Satu cup es krim dijual Rp 6.000.

"Harga jualnya semoga bisa naik kalau kemasan apik. Saat ini tim sudah menerima pesanan es krim biji nangka dari ibu-ibu PKK," ungkapnya.

Baca selengkapnya di Harian Surya edisi besok.
LIKE Facebook Page www.facebook.com/SURYAonline
FOLLOW www.twitter.com/portalSURYA

Tags
Nahdliyin
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved