Berita Pamekasan

Uang PDAM Pamekasan Nyantol di Pelanggan Hingga Rp 6,3 Miliar

#PAMEKASAN - Walau terdapat pelanggan yang menunggak lebih dari 3 bulan berturut-turut, tidak langsung diputus sambungan airnya.

Uang PDAM Pamekasan Nyantol di Pelanggan Hingga Rp 6,3 Miliar
antara/iggoy el fitra
Ilustrasi instalasi pengolahan air PDAM 

SURYA.co.id | PAMEKASAN – Tunggakan pelanggan Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Pamekasan mencapai Rp 200 juta per tahun.

Akibat tunggakan yang tidak tertagih selama 31 tahun sejak 1984 lalu, kini jumlah piutang itu membengkak hingga mencapai Rp 6,3 miliar.

Kepala Bagian Keuangan PDAM Pamekasan, Edi Sutrisno mengatakan, membengkaknya hutang pelanggan yang tidak tertagih ini, bekaitan dengan bertambahnya pelanggan PDAM, sehingga pelanggan yang menunggak juga bertambah.

Menurut Edi Sutrisno, mengatasi tunggakan pelanggan ini, pihaknya sudah melakukan beberapa terobosan. Di antaranya menugaskan petugas PDAM mendatangi rumah pelanggan untuk menagih tunggakannya.

“Ketika petugas mendatangi rumah pelanggan, sudah diberi penjelasan, berikut teguran dan peringatan, agar melunasi tunggakannya. Hanya saja, sebagian dari pelanggan ada yang mebayar langsung, ada yang tidak membayar namun hanya berjanji, yang ternyata juga tidak membayar,” kata Edi Sutrisno, Rabu (23/9/2015).

Ditegaskan, sebernarnya pada saat kali pertama warga menjadi pelanggan baru PDAM, sudah diberi pemahaman menyangkut aturan bagi pelanggan. Yakni, jika dalam tiga bulan berturut-turut tagihan rekening PDAM, maka pihak PDAM berhak untuk memutus sambungan.

Bila meneruskan menjadi pelanggan PDAM lagi, bagi mereka yang menunggak harus melunasi lebih dulu tunggakannya. Tapi aturan itu tidak diberlakukan dengan kaku. Artinya, walau terdapat pelanggan yang menunggak lebih dari 3 bulan berturut-turut, tidak langsung diputus, karena PDAM masih mengutamakan fungsi sosial.

Namun, jika pelanggan itu sudah diingatkan dan ditegur, serta diberi tenggang waktu belum juga melunasi dengan berbagai alasan, maka pihaknya bertindak tegas memutus sambungan pelanggan. Dan ini sudah banyak dilakukan.

“Banyak pelanggan yang kami putus sambungannya. Dan sebagian dari mereka tidak menyambung lagi ke PDAM, namun mereka beralih ke air sumur. Tunggakan pada pelanggan yang belum terbayar itu, juga kami tetap kami catat sebagai tunggakan yang belum tertagih,” tambah Sutrisno

Baca selengkapnya di Harian SURYA
LIKE http://facebook.com/SURYAonline
FOLLOW http://twitter.com/portalSURYA

Tags
Pamekasan
Penulis: Muchsin
Editor: Yuli
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved