Kamis, 9 April 2026

Berita Magetan

Fisik Terbatas Tak Bikin Semangat Warga Magetan Ini Meredup, Ikut Pelatihan

Ketrampilan ini memberikan semangat baru. Selama ini saya hanya mengandalkan jualan rokok kecil-kecilan tanpa ketrampilan yang tidak punya nilai jual

Penulis: Doni Prasetyo | Editor: Titis Jati Permata
surya/doni prasetyo
Orang Dengan Kecacatan (ODK) di Kabupaten Magetan diberikan pelatihan ketrampilan kerajinan kulit. Belasan ODK sudah diterima magang di perajin sepatu di Magetan. 

SURYA.co.id | MAGETAN - Memiliki kekurangan fisik tak membuat sejumlah warga di Kabupaten Magetan berpangku tangan dan enggan beraktivitas.

Buktinya, mereka antusias mengikuti pelatihan ketrampilan Orang Dengan Kecacatan (ODK) yang digelar Dinas Sosial, Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Dinsosnakertrans) Kabupaten Magetan di Balai Latihan Kerja.

Dalam waktu 15 hari, mereka diberi ketrampilan membuat kerajinan berbahan kulit dan kini diterima bekerja di perusahaan sepatu di wilayah setempat.

Didik Wiyono warga Dusun Daleman, Desa Mojopurno, Keccamatan Ngariboyo, Kabupaten Magetan, salah seorang ODK yang mengikuti pelatihan mengaku termotivas.

Ia menyebut dirinya bisa bekerja di bidang lain, berbeda dengan yang ditekuni selama ini, untuk membiayai hidup bersama istrinya yang juga ODK.

"Ketrampilan ini memberikan semangat baru. Selama ini saya hanya mengandalkan jualan rokok kecil-kecilan tanpa ketrampilan yang tidak punya nilai jual,"kata Didik Wiyono kepada SURYA.co.id, usai pelatihan di BLK, Minggu (20/9/2015).

Dia berharap, pemberian ketrampilan tidak berhenti sampai di sini, karena ketrampilan yang dimilikinya baru tingkat dasar. Ia butuh ketrampilan tingkat lanjut untuk kerajinan kulit.

"Kalau membuat sepatu, selop (sandal sepatu), dompet dan asesori gantungan kunci kulit, Alhamdulillah bisa meski belum sempurna," kata anggota Difabel Motor Indonesia (DMI) ini merendah.

Kepala Bidang Rehabilitasi dan Pelayanan Sosial Dinas Sosial, Tenaga Kerja, dan Transmigrasi (Kabid Relansos Dinsosnakertrans) Kabupaten Magetan Samadi, wmenuturkan, waktu pelatihan teori dan praktek hanya 15 hari. Setelah itu, 30 hari magang di perusahaan sepatu dan selop di wilayah Kabupaten Magetan.

Selain memberikan ketrampilan, Dinsosnakertrans juga akan memberikan modal kerja awal yang dananya bersumber dari dana dekonsentrasi Kementerian Sosial (Kemensos).

Tags
Magetan
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved