Cybercrime

Hati-Hati Kampanye Hitam di Media Sosial, Cyber Crime Mengintai

Unit Cyber Crime Polda Jatim, katanya, akan memantau jika ada indikasi kampanye hitam. Pihaknya bisa menindak indikasi kampanye hitam di media sosial.

ahmad zaimul haq
Ketua PP Muhammadiyah, Haedar Nasir, hadir di Universitas Muhammadiyah Surabaya membubuhkan cap 5 jari sebagai bentuk penolakan: Politik uang (suap), Kampanye hitam, Kekerasan dalam Pilkada, Provokasi dan Apatisme politik. 

SURYA.co.id | JEMBER - Kepolisian Daerah Jawa Timur menyiapkan Unit Cyber Crime untuk menindaklanjuti laporan pelanggaran Pilkada di media sosial. Kapolda Jawa Timur Irjen Anton Setiadji saat berada di Jember mengatakan kampanye bisa saja dilakukan di media sosial.

"Tetapi kan teman-teman (wartawan) tahu sendiri, kadang kala pengirim di media sosial itu tidak jelas, banyak sekali media online atau kampanye di media sosial," ujar Anton, Kamis (17/9/2015).

Unit Cyber Crime Polda Jatim, katanya, akan memantau jika ada indikasi kampanye hitam. Pihaknya bisa menindak indikasi kampanye hitam di media sosial jika ada pelaporan.

"Karena ini pelanggaran Pemilu, jadi harus ada pelaporan dulu. Tetapi kalau sudah membahayakan tentunya kami juga akan koordinasi dengan Panwaslu," imbuh Anton.

Anton Setiadji baru empat hari menjabat sebagai Kapolda Jatim, menggantikan Irjen Anas Yusuf. Ia memulai kunjungan kerjanya ke Jember dan Banyuwangi. 

Penulis: Sri Wahyunik
Editor: Yuli
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved