Lapor Cak

Satreskrim Aktifkan Hotline Kriminal 031-355-5018

Pelapor pasti berpikir laporannya akan langsung direspon polisi. Warga tidak akan mau tahu polisi kewalahan melayani laporan atau tidak.

Satreskrim Aktifkan Hotline Kriminal 031-355-5018
surya/mohammad rizal ghurobi
LAYANAN HOTLINE - Kondisi pelayanan di SKPT Polsek Sukolilo. Korban kejahatan sekarang bisa memanfaatkan layanan hotline.

SURYA.CO.ID | SURABAYA - Anda menjadi korban kejahatan dan butuh segera pertolongan polisi? Tidak perlu datang ke Kantor Polisi, cukup memanfaatkan layanan hotline Satreskrim Polrestabes Surabaya nomor 031-355-5018 atau SMS ke nomor 0822-45-63-2007.

Bisa juga melalui email untuk laporan ke Satreskrim melalui satreskrimpolrestabessurabaya@yahoo.com dan satreskrimpolrestabessurabaya@gmail.com.

Satreskrim Polrestabes Surabaya bukan pertama kali membuka layanan hotline. Warga Rungkut, Wawan Some mengaku sudah pernah mendengar layanan hotline. Tapi Wawan lupa tahun berapa Satreskrim membuka layanan hotline sebelumnya.

Saat itu Polrestabes Surabaya masih dipimpin Komjen Anang Iskandar yang sekarang menjadi Kepala Bareskrim Mabes Polri, tapi pelayanan hotline masa itu hanya dikhususkan untuk kekerasan dan pelecehan seksual anak.

"Satreskrim menggandeng LSM. Respon warga pun cukup bagus. Hampir setiap hari ada laporan masuk," kata Wawan.

Pria yang juga aktivis Nol Sampah ini yakin respon pelayanan hotline makin membludak. Saat pelayanan hotline hanya dikhususkan bagi kekerasan dan pelecehan seksual anak, petugas kewalahanan menanganinya.

Apalagi sekarang layanan hotline tidak dikhususkan pada kejahatan tertentu. Warga pasti akan langsung melaporkan kejadian yang dialaminya melalui layanan itu.

Menurutnya, penanganan laporan inilah yang menjadi tantangan polisi. Pelapor pasti berpikir laporannya akan langsung direspon polisi. Warga tidak akan mau tahu polisi kewalahan melayani laporan atau tidak.

Wawan berharap polisi memiliki Sumber Daya Manusia (SDM) yang mumpuni dan cukup. Bila datang terlambat, image polisi akan tercoreng. Warga tidak akan percaya lagi kepada polisi. "Layanan ini sama dengan membuka kran. Airnya pasti mengalir deras," tambahnya.

Tapi Wawan yakin Satreskrim sudah memikirkan segala kemungkinan yang akan timbul setelah mengaktifkan kembali layanan hotline ini. Apalagi Satreskrim tidak hanya mengandalkan anggota di Mapolrestabes tapi juga bisa memanfaatkan anggota di Polsek.

Menurut Wawan, tantangan lainnya proses penanganan kasus. Saat hotline hanya dikhususkan pada kekerasan dan pelecehan seksual terhadap anak, Satreskrim menggandeng LSM. Dia tidak mengetahui sekarang Satreskrim juga menggandeng LSM atau tidak.

Wawan menilai, korban kejahatan tidak hanya ingin kasusnya segera terungkap. Dalam kasus tertentu, korban juga butuh pendampingan dari pihak lain, seperti dokter atau LSM. "Saya yakin banyak pihak yang peduli. Begitu Satreskrim butuh bantuan, banyak yang akan membuka tangan," terangnya.

Baca selengkapnya di Harian Surya edisi besok.
LIKE Facebook Page www.facebook.com/SURYAonline
FOLLOW www.twitter.com/portalSURYA

Penulis: Zainuddin
Editor: Wahjoe Harjanto
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved