Berita Pamekasan

Puluhan Orang Demo ke Polres Pamekasan, Protes Ulah Debt Collector

#PAMEKASAN - Tindakan debt collector yang merazia pengendara bermotor dan merampasnya, meresahkan masyarakat Pamekasan.

Puluhan Orang Demo ke Polres Pamekasan, Protes Ulah Debt Collector
SURYA/muchsin
PAMEKASAN - Warga membentangkan poster minta perlindungan ke polres terkait tindakan debt collector perusahaan pembiayaan yang main rampas sepeda motor. 

SURYA.co.id | PAMEKASAN – Sekitar 50 warga Pamekasan, di antaranya mengaku jadi korban debt collector sebuah perusahaan pembiayaan sepeda motor, unjuk rasa ke Polres Pamekasan, Senin (14/9/2015).

Mereka berunjuk rasa sambil membentangkan sejumlah poster meminta aparat polres memberikan perlindungan hukum terhadap ulah para debt collector yang seenaknya merampas sepeda motor warga, tanpa pandang waktu dan tempat.

Dalam orasinya Nur Faisal, koordinator lapangan menilai, tindakan debt collector yang merazia pengendara bermotor dan merampasnya, merupakan tindakan yang meresahkan masyarakat, karena dilakukan di jalan raya, di saat sepeda motor dikendarai.

“Apa yang dilakukan para debt collector itu tidak manusiawi, main rampas sepeda motor di jalan raya. Seharusnya,jika bermasalah dengan sepeda motor, perusahaan itu mengajukan pendamping untuk mengeksekusi, bukan dilakukan sendiri dan ini menyalahi aturan,” kata Nur Faisal.

Menurut Faisal, apa yang dilakukan debt collector itu, bertentangan dengan peraturan Kapolri Nomor 8 Tahun 2011 tentang pengamanan eksekusi jaminan fidusia (jaminan kebendaan atas benda bergerak baik yang berwujud maupun tidak berwujud sehubungan dengan hutang-piutang antara debitur dan kreditur).

Dan satu-satunya lembaga yang berhak menarik kendaraan kredit bermasalah, wewenang kepolisian.

Yang disayangkan, selama ini pihak kepolisian terkesan membiarkan dan melegalkan tindakan debt collector, walau sudah sering kali korban perampasan sepeda motor dilakukan dilaporkan ke aparat kepolisian, tidak mendapat tanggapan.

Dikatakan, sebagian masyarakat yang menjadi kreditur tidak mengantongi akta fidusia. Kelemahan ini, dimanfaatkan pihak perusahaan penjamin untuk melakukan tindakan sesuai kehendaknya.

Waka Polres Pamekasan, Kompol Hendrik Purwono, yang menemui pengunjuk rasa mengatakan, pihaknya akan menindaklanjuti aspirasi mereka atas tindakan yang telah meresahkan masyaraakat.

“Kami berterima kasih kepada kalian yang telah menyampaikan aspirasi. Kami akan menindaklanjuti persoalan ini,” kata waka polres, yang menemui perwakilan pengunjuk rasa di ruang pertemuan polres.

Penulis: Muchsin
Editor: Yuli
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved