Jumat, 24 April 2026

KECELAKAAN HAJI DI MAKKAH

Keluarga Masadi Menyiapkan Tahlilan

"Kami dapat kepastian meninggalnya dari petugas Kementrian Agama jam 09.00 ," jelas Munir, anak menantu almarhum kepada SURYA.co.id, Senin (14/9/2015)

Penulis: Sylvianita Widyawati | Editor: Yoni
surya/Sylvianita Widyawati
Munir, menantu korban crane di Masjidil Haram memperlihatkan foto mertuanya, Mas adi dan Jamilah di rumah duka di Desa Simojayan, Kecamatan Ampelgading, Kabupaten Malang, Senin (14/9/2015). 

SURYA.co.id |MALANG - Keluarga calon haji Mas'adi Saiman Tarimin (52) menyiapkan tahlilan di rumahnya begitu ada kepastian meninggal, Senin (14/9/2015).

Mas'adi adalah warga Desa Simojayan, Kecamatan Ampelgading, Kabupaten Malang sebagai korban crane di Masjidil Haram pada Sabtu (12/9/2015).

Sejumlah tetangga mendatangi rumah Mas'adi saat SURYA.co.id mendatangi rumahnya.

Ruang tamu sudah dipasangi karpet-karpet. Dan di bagian dalam rumah itu, sebuah TV menyala untuk memantau perkembangan berita terkait crane jatuh.

"Kami dapat kepastian meninggalnya dari petugas Kementrian Agama jam 09.00 ," jelas Munir, anak menantu almarhum kepada SURYA.co.id, Senin (14/9/2015).

Mas'adi yang kelahiran 28 Februari 1963 itu berangkat ke tanah suci bersama istrinya Jamilah (50). Sebelum ada musibah itu, keluarga kerap menelpon dia.

"Katanya senang disana. Kerasan. Malah sempat bercanda kayaknya nggak pulang ke sini," cerita Munir.

Tak ada yang berfikir negatif dengan pernyataan itu. Ternyata sehari-hari, Mas'adi dan istrinya tinggal di Serawak, Malaysia sejak 2001.

Di Malaysia, mereka bersama anak ketiganya Masrifah yang juga sudah berumah tangga.

"Bapak ke Malang sejak Mei 2015 lalu karena mau berangkat haji. Sejak 2001 tinggal di Serawak, Malaysia tapi masih tetap warga Kabupaten Malang," jelas Munir.

Di Malaysia, Mas'adi jadi guru mengaji. Jamilah sendiri baru mengetahui kematian suaminya setelah mendapat kabar dari Indonesia.

Sejak ada kejadian crane jatuh itu, Jamilah, ibu tiga anak kehilangan jejak suaminya.

"Tadi saat ditelpon ya hanya menangis," ungkap Munir.
Selain tahlilan, keluarga juga merencanakan sholat ghoib nanti malam dan Jumat nanti di masjid setempat

Pasutri ini berangkat dari kloter 38 pada Minggu (6/9/2015) dari halaman Stadion Kanjuruhan Kepanjen.

Baca selengkapnya di Harian Surya edisi besok
LIKE Facebook Surya - http://facebook.com/SURYAonline
FOLLOW Twitter Surya - http://twitter.com/portalSURYA

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved