Tempo Doeloe

VIDEO - Busana Renang dan Riwayat Kekalahan Moralitas Konservatif Amerika

Moralitas konservatif Amerika pun luruh, kalah oleh kredo pembebasan zaman. Pada level Miss Universe, kontestan Indonesia juga menabrak tabu lama.

VIDEO - Busana Renang dan Riwayat Kekalahan Moralitas Konservatif Amerika
AP/MovieTone
Kontes Miss America tahun 1938 ketika semua pesertanya masih pakai busana satu helai, one-piece swimsuit. 

SURYA.co.id - Bangsa Amerika juga pernah terbelah dalam urusan busana. Pro dan kontra mencuat terutama ketika ada kompetisi baju renang dalam ajang pemilihan Miss America. 

Ketika kontes itu pertama kali digelar pada 1921, semua kontestan berbusana renang yang konservatif: menutupi belahan dada paha bagian atas. 

Berdasarkan informasi website resmi Miss America, kontes itu pertama kali digelar di Atlantic City, New Jersey, Amerika Serikat tahun 1921.

Meskipun terlihat sederhana, protes terhadap acara yang dianggap agak cabul itu menyebabkan pembatalan selama beberapa tahun antara 1920-an hingga 1930-an.

Setelah itu sampai 1947, para pemenang kontes diberi mahkota ketika sedang memakai busana renang. Kini, mereka cenderung pakai gaun ketika menerima mahkota. 

Sepanjang tahun 1950-an hingga 1960-an, busana renang tetap populer. Meskipun bikini melonjak popularitasnya di pantai Amerika pada dekade terakhir, kontestan Miss America benar-benar dilarang memakai busana yang irit, hanya dua helai atau two-pieces bikini.

Baru pada 1997, CEO yayasan Miss America, Leonard Horn, mengatakan bahwa para kontestan bebas pakai busana apa saja yang mereka sukai, tapi ada beberapa pengecualian, seperti dikutip SURYA.co.id dari DailyMail Online

Sejak itu, moralitas konservatif Amerika pun luruh, kalah oleh kredo pembebasan zaman. Pada level Miss Universe, kontestan Indonesia juga menabrak tabu busana masa lalu. 

Berikut ini video kontes Miss Amerika dari tahun 1938 ketika semua pesertanya masih pakai busana satu helai, one-piece swimsuit.

Video ini merupakan arsip kantor berita the Associated Press yang penyebarannya dalam format digital bekerjasama dengan British MovieTone.

Penulis: Yuli
Editor: Yuli
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved