Berita Kriminal Surabaya

Begal Tusuk Mahasiswa ITS Surabaya Saat Pertahankan Motornya

Seorang pelaku berusaha merampas motor korban. Karena berusaha mempertahankan motornya, seorang pelaku langsung menusuk perut korban.

Penulis: Zainuddin | Editor: Parmin
surya/iksan fauzi
ILUSTRASI BEGAL 

SURYA.co.id | SURABAYA - Mahasiswa Institut Teknologi 10 November atau ITS Surabaya, I Made Fikananda menjadi korban begal di depan apartemen Puncak Kertajaya, Surabaya, Sabtu (12/9/2015) dini hari.

Korban mengalami luka bacok di perut dan harus menjalani operasi di RS Dr Soetomo.

Informasi yang dihimpun SURYA.co.id, korban dihadang delapan orang pria tidak dikenal.

Seorang pelaku berusaha merampas motor korban. Karena berusaha mempertahankan motornya, seorang pelaku langsung menusuk perut korban.

Melihat korban bersimbah darah, para pelaku langsung melarikan motor korban.

Aksi pembegalan ini diketahui mahasiswa ITS lain yang kebetulan melintas di lokasi.

Mahasiswa yang mengendarai mobil ini langsung menabrakkan mobilnya ke motor pelaku.

Dua pelaku langsung terjatuh. Dalam waktu bersamaan, beberapa anggota Polsek Sukolilo melintas di lokasi, dan menangkap pelaku.

Rektor ITS, Prof Joni Hermana mengakui korban adalah mahasiswa ITS. I

Made Fikananda tercatat sebagai mahasiswa Fakultas Teknik Sipil angkatan 2013. Made termasuk aktivis di kampus. Sebelum kejadian itu, korban pulang dari kampus.

Menurutnya, korban pulang pada dini hari untuk mempersiapkan wisuda kakak kelasnya. Karena pekerjaan itu tidak bisa ditinggalkan, korban baru pulang setelah persiapan wisuda selesai.

“Korban sudah sadar. Lukanya tidak sampai kena usus,” kata Joni, Minggu (13/9/2015).

Sumber SURYA.co.id di kepolisian menyebutkan anggota Unit Reskrim Polsek Sukolilo sudah menangkap dua pelaku. Sedangkan delapan orang lainnya masih buron.

Kawanan begal ini bukan penjahat baru di Surabaya. Diduga kawanan ini sudah beraksi di 19 lokasi.

Kapolsek Sukolilo, Kompol Nuryanto mengakui pihaknya telah menangkap tersangka pembegalan di depan apartemen Puncak Kertajaya. Tapi dia enggan menyebut jumlah pelaku yang sudah ditangkap. Tapi Yulianto mengakui kawanan ini sudah sering membegal pengendara motor.

“Pelakunya banyak. Kami masih memburu pelaku lainnya,” kata Nuryanto.

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved