Jalan Sehat Berubah Menjadi Arena Adu Otot

Untuk meredam kemarahan warga, Pemkot Madiun mengalokasikan anggaran Rp 10 juta untuk hadiah cadangan yang langsung diundi usai acara jalan sehat

SURYA.CO.ID | MADIUN - Jalan sehat yang digelar Pemerintah Kota (Pemkot) Madiun untuk memperingati HUT RI ke-70, berubah menjadi arena adu otot antara warga dan panitia di Lapangan Kelurahan Rejomulyo, Kecamatan Kartoharjo, Kota Madiun, Minggu (13/9/2015).

Kondisi itu terjadi karena hampir separo dari peserta yang datang dari 9 Desa di wilayah Kecamatan Kartoharjo, Kota Madiun, tidak kebagian kupon yang disediakan panitia.

Jalan santai yang diberangkatkan Wali Kota Madiun Bambang Irianto juga diwarnai perebutan kotak kupon undian oleh peserta yang tidak kebagian kupon, yang kemudian dibuang ke parit disekitar lokasi.

Insiden adu otot itu terjadi di depan mata Wali Kota Madiun, bahkan peserta tidak sungkan-sungkan mengeluarkan caci maki dan diakhiri dengan perebutan kotak kupon undian.

Tidak sampai disitu, peserta yang tidak kebagian kupon juga merebut kupon yang dibawa peserta lain untuk disobek-sobek. Aparat keamanan yang terdiri dari Satpol PP dan polisi tak kuasa meredam amarah massa.

"Ini karena kejengkelan massa, masak yang tidak kebagian kupon masih ribuan. Mereka membuang kotak kupon karena dukungan warga lain. Soalnya ada indikasi tidak baik, banyak massa yang curiga pemegang kupon masih saudara penitia," kata Basuki warga Kelurahan Kartoharjo kepada Surya, Minggu (13/9/2015).

Menurut dia, kemarahan massa itu karena peserta yang berangkat dari rumahnya sejak usai Subuh, hanya untuk mendapatkan kupon undian jalan sehat. Namun yang terjadi, begitu sampai di lapangan kupon sudah habis, padahal saat itu belum pukul 06.00.

"Jawaban panitia yang membuat peserta kecewa dan marah, masak mereka datang ke lapangan sekitar pukul 05.30, kupon sudah habis. Masak pembagian kupon jam 3 atau 4 pagi, tidak masuk akal alasan panitia," jelasnya.

"Beda kalau pembagian kupon diserahkan di Kelurahan sebelum acara ini. Peserta bisa memaklumi kalau kupon habis. Kalau pembagiannya di lokasi acara seperti ini, kan bisa menimbulkan kecurigaan warga yang ingin mengikuti ini," kata pekerja swasta ini.

Tomi warga Kelurahan Rejomulyo, Kecamatan Kartoharjo, Kota Madiun, mengaku datang sekitar pukul 05.30, sudah tidak kebagian kupon undian. Bahkan Tomi mengaku kaget, ada massa yang tiba-tiba mengamuk merebut kotak dan kupon peserta lain.

Halaman
12
Penulis: Doni Prasetyo
Editor: Wahjoe Harjanto
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved