Universitas Surabaya

Ubaya Kembangkan Wisata Alam di Sekitar Kampus Lereng Penanggungan

Ubaya mengklaim berburu foto tahun 1930-an ke Leiden University di Belanda. Rencananya, universitas itu akan membuatkan miniatur masa lalu.

Ubaya Kembangkan Wisata Alam di Sekitar Kampus Lereng Penanggungan
Ahmad Zaimul Haq
Ubaya Training Center (UTC) merupakan kampus ke-3 Universitas Surabaya di Desa Tamiajeng, Trawas, Mojokerto. Luas lahannya lebih dari 36 hektare. 

SURYA.co.id | SURABAYA - Kawasan Gunung Penanggungan berpotensi menjadi wisata alam. Banyaknya situs di sana dianggap potensial sebagai daya tarik wisata.

Itu sebabnya, Universitas Surabaya (Ubaya) akan memacu adanya wisata alam pendidikan di sana.

Seperti diketahui, universitas itu memiliki lahan 40 hektare di sekitar lokasi, yakni yang masuk dalam kawasan Ubaya Training Center (UTC) yang juga disebut kampus. 

FOTO-FOTO LAIN: Kampus Modern dan Terindah se-Jatim di Lereng Gunung Penanggungan

afafa

Koordinator Pengembangan Program Penanggungan Advanture sebagai Wisata Pendidikan, Veny Megawati, mengatakan, pihak Ubaya akan memberdayakan masyarakat sekitar dalam implementasi program itu.

Sebagai contoh, masyarakat sudah dilibatkan dalam pembuatan 20 modul pelatihan pemandu wisata. "Segala aktivitas masyarakat, seperti bertani, perah susu sapi, berkebun, atau yang lain, bisa juga ditawarkan dalam paket wisata," katanya, dalam acara Join Converence: on Community Development.

Selain itu, situs di Penanggungan juga bisa dijadikan daya tarik yang lain. Pihak Ubaya mecatat, di wilayah UTC, terdapat 115 situs yang keberadaan tahap awalnya sudah terdeteksi. Sebanyak 60 dari jumlah itu juga telah dipaparkan pada publik.

Ubaya, kata Veny, telah membentuk tim buat menggali situs-situs tersebut. Puncaknya, pada November tahun ini, Penanggungan Information Center (PIC) juga bakal diresmikan. Veny bilang, peresmian itu sengaja dibarengkan dengan peringatan 700 tahun Kerajaan Majapahit.

Nantinya, wisatawan bisa melihat koleksi foto Penanggungan masa lalu yang disertai juga dengan foto masa kini. "Harapannya, pengunjung bisa membandingkan kondisinya," tambahnya.

Ubaya mengklaim, pihaknya sampai berburu foto sekitar tahun 1930-an itu hingga ke Leiden University di Belanda. Rencananya, universitas itu akan membuatkan juga miniatur kondisi masa lalu Penanggungan.

Arkeolog Hadi Sidomulyo, yang juga hadir dalam kegiatan itu, mengatakan, penelitian situs di gunung itu sebelumnya pernah diprakasai oleh Badan Koordinasi Survei dan Pemetaan Nasional (Bakorsurnatal) dan Lembanga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) pada 1990 - 1991.

Dilanjutkan oleh Ubaya, Hadi berharap, penelitian akan menunjukkan hasil yang maksimal.

"Apalagi di Jawa Timur, Penanggungan adalah kawasan situs terkaya," lanjut dia. Veny mengatakan, pengembangan itu sekaligus sebagai dukungan Ubaya terhadap SK Gubernur nomor 188/18/Kpts/031/2015 tentang Penetapan Satuan Ruang Greografis Kawasan Penanggungan Sebagai Kawasan Cagar Budaya Tingkat Provinsi.

Penulis: Aflahul Abidin
Editor: Yuli
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved