Pemkot Surabaya
Taman Remaja Surabaya Tak Kunjung Usai, Tunda Hingga 22 September
Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS)-Luar Biasa tentang pembubaran TRS (Taman Remaja Surabaya) pada Kamis (10/9/2015) dibatalkan.
Penulis: Sany Eka Putri | Editor: Yuli
SURYA.co.id | SURABAYA - Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS)-Luar Biasa tentang pembubaran TRS (Taman Remaja Surabaya) pada Kamis (10/9/2015) dibatalkan. Penyebabnya, pemegang saham yakni Far East Organization (FEO) tidak menghadiri rapat itu.
"Pada saat itu, PT Far East tidak hadir rapat, jadi ya tertunda lagi," kata Asisten II Pemkot Surabaya M Taswin, ketika dikonfirmasi, Sabtu (12/9/2015).
Semula, pemkot menerima surat dari PT Far East yang berisi surat pengunduran rapat. "Kalau dikatakan ya kami sudah nggak mau mundur-mundur terus kan. Sejak Juni lalu loh itu rencana pembahasannya," ungkap dia.
Ia menjelaskan, pada rapat itu nanti akan membahas sejumlah agenda besar, yakni di antaranya evaluasi tahunan, pendapatan, serta yang paling penting ialah eveluasi pembahasan operasional TRS ke depan. "Salah satunya ya membahas pembubaran TRS itu," kata dia.
Selain itu, Taswin juga mengatakan memang sampai saat ini pihak kedua memang belum menyepakati untuk pembubaran PT STAR.
Dikatakannya, setoran PT STAR dari pengelolaan TRS dinilai tidak menguntungkan jika dibandingkan dengan total aset pemkot yang ada di tempat hiburan anak-anak itu.
"Kalau aset itu sudah kembali milik pemkot, kami lebih mudah untuk menata. Dari Bu Wali juga mengarahkan untuk mengintegritaskan TRS dan juga THR," papar dia. Seperti yang diberitakan sebelumnya, bahwa kedua lokasi itu, yakni TRS dan THR akan dijadikan kampung seni. Oleh karena itu, pemkot tidak akan memperpanjang kontrak dengan Hi-Tech Mall yang berakhir pada 2019 mendatang.
Namun, disinggung masalah anggaran dan tempat untuk kedua tempat itu, ia masih belum bisa menjawab. "Pokoknya kita sepakatin dulu ya sama pemilik sahamnya. Baru bisa bicara masalah tempat, anggaran dan lain-lainnya," katanya.
Pihaknya juga berjanji akan secepatnya untuk menyelesaikan pembubaran TRS ini. "Pokoknya segera ya. Kita tunggu sampai 22 September besok," terangnya.
Sementara itu, anggota Komisi B DPRD Surabaya Baktiono menyatakan ketidaksetujuannya dengan pembongkaran TRS.
’’TRS itu merupakan hiburan untuk masyarakat menengah ke bawah. Kalau dibongkar mau kemana ini orang-orang kan. Seharusnya pemkot lebih bijak lagi lah," ungkapnya. Ia pun mengusulkan, seharusnya bisa mensinergikan antara Hi-Tech Mall dengan TRS.
"Ada banyak cara selain harus dibubarkan. Contohnya, bisa menggiring pengunjung Hi-Tech Mall ke TRS. Dengan apa? Ya dengan fasilitas dan hiburan yang menarik. Bisa dengan pertunjukan seni," papar dia.
Menurut dia, pengunjung Hi-Tech Mall sehari-hari cukup banyak. Mereka juga berasal dari berbagai daerah. Dengan adanya TRS, mereka bisa melepas penat setelah seharian belanja. Selain itu, para seniman di TRS juga bisa dipekerjakan di Hi-Tech Mall pada siang hari. ’’Kalau begitu kan mereka bisa dapat penghasilan dan TRS tetap hidup,’’ ucapnya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/surabaya/foto/bank/originals/taman-remaja-surabaya2_20150427_212543.jpg)