KECELAKAAN HAJI DI MAKKAH
Keluarga Korban Luka Jamaah Haji Bangkalan Kecewa BPIH
"Saya malah tahunya dari internet. BPIH seharusnya tidak lambat dan mengabari langsung kepada kami," ungkap putri korban luka Isnainy Fadjarijah, Gina
Penulis: Ahmad Faisol | Editor: Yoni
SURYA.co.id |BANGKALAN - Keluarga korban luka di Masjidil Haram, Mekkah, Isnainy Fadjarijah (44), jemaah haji asal Perum Pangeranan Asri Blok A 1/19, Kelurahan Pangeranan, Bangkalan kecewa terhadap Badan Penyelenggara Ibadah Haji Indonesia (BPIH).
Kekecewaan itu dikarenakan pihak BPIH tidak memberikan informasi kepada keluarga keluarga atas musibah jatuhnya crane hingga Isnainy Fadjarijah menjadi korban luka.
"Saya malah tahunya dari internet. BPIH seharusnya tidak lambat dan mengabari langsung kepada kami," ungkap putri korban luka Isnainy Fadjarijah, Gina Nisrina (19), Sabtu (12/11/2015).
Ketika dirinya mengetahui jika ibunya yang tergabung dalam kelompok terbang (kloter) 21 menjadi salah satu korban, Gina Nisrina langsung menghubungi penyelenggara haji yang ada di Arab Saudi.
"Tidak ada kepastian hingga sekarang. Luka yang diderita ibu saya juga belum tahu," ujarnya.
Tak hanya itu, Gina Nisrina juga berusaha menghungungi ayahnya, Su'udi untuk mengetahui kabar terakhir terkait ibunya.
"Ayah bilang belum bisa ketemu karena terbentur proedur di sana. Sampai sekarang belum tahu kondisi terkahir ibu," pungkasnya.
Kekecewaan juga dirasakan bibi dari Isnainy Fadjarijah, Siti Atiyah. Ia berharap BPIH segera menghubungi keluarganua agar tidak berharap - berharap cemas.
"Akhirnya kami gelar doa bersama keluarga untuk keselamatan jemaah," singkatnya
Baca selengkapnya di Harian Surya edisi besok
LIKE Facebook Surya - http://facebook.com/SURYAonline
FOLLOW Twitter Surya - http://twitter.com/portalSURYA
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/surabaya/foto/bank/originals/korban-crane-jatuh_20150912_090612.jpg)