BPJS Bangun Rusunawa di Kalijaten Sidoarjo
Bupati Sidoarjo Saiful Ilah sempat terkejut ketika dikonfirmasi terkait rendahnya okupansi Rusunawa milik Pemkab yang hanya terisi 27 persen.
Penulis: Miftah Faridl | Editor: Wahjoe Harjanto
SURYA.CO.ID | SIDOARJO - BPJS Ketenagakerjaan memilih Kota Delta Sidoarjo sebagai lokasi pembangunan Rumah Susun Sewa Sederhana (Rusunawa), tepatnya di Kalijaten, Taman. Rusunawa, terdiri dari 2 dua tower dan lima lantai.
Saat ini Sidoarjo telah memiliki 4 Rusunawa yang belum terisi maksimal, yakni di Bulusidokare, Pucang, Ngelom dan Wonocolo. Okupasi masing-masing Rusunawa rata-rata hanya 27 persen.
Rusunawa Bulusidokare terisi 45 kamar dari 255 unit (tiga tower), Pucang terisi 60 kamar dari total 297 unit (3 tower), Ngelom memiliki kamar 386 terisi 120 kamar dan Rusunawa Wonocolo terisi 150 kamar dari 386 unit. Rusunawa itu dibangun antara 2010 sampai 2012.
Bupati Sidoarjo Saiful Ilah sempat terkejut ketika dikonfirmasi terkait rendahnya okupansi Rusunawa milik Pemkab yang hanya terisi 27 persen. "Hah? Data dari mana itu," ujarnya usai menandatangani MoU dengan BPJS Ketenagakerjaan di Pendopo Delta Wibawa, Jumat (11/9/2015).
Dia menegaskan, Rusunawa milik Pemkab dan yang akan dibangun BPJS Ketenagakerjaan ini khusus buruh atau pekerja yang menjadi peserta BPJS Ketenagakerjaan. "Kalau yang itu (milik Pemkab) kan untuk umum. Jadi beda," ujarnya.
Pemkab telah mengevaluasi patokan tarif sewa Rusunawa melalui Perda yang digedok DPRD pada 2015. Pada Perda lama, sewa Rusunawa dipatok rata-rata di atas Rp 400.000, sedangkan pada Perda baru ini, di bawah Rp 300.000.
Untuk Rusunawa baru ini, kata Saiful, harga sewa dipatok di kisaran Rp 300.000. Tarif itu sama dengan harga sewa Rusunawa milik Pemkab. Bila terlampau mahal, dikhawatirkan bernasib sama dengan Rusunawa milik Pemkab yang tak laku-laku.
Baca selengkapnya di Harian Surya edisi besok.
LIKE Facebook Page www.facebook.com/SURYAonline
FOLLOW www.twitter.com/portalSURYA