Abdullah Umamity Napi Yang Paling Ditakuti
Dullah dan kelompoknya beraksi menggunakan senjata api dan bahan peledak yang menimbulkan korban jiwa.
Penulis: Miftah Faridl | Editor: Wahjoe Harjanto
SURYA.CO.ID | SIDOARJO - Nama Abdullah Umamity kembali terdengar setelah lama meredup. Abdullah yang menghuni Lapas Kelas I Surabaya di Porong itu kembali berulah dan dinilai pihak Lapas menghasut napi lain untuk berbuat onar di dalam Lapas.
Bahkan, petugas mendapati bendera ISIS, buku jihad, rangkaian elektronik dan istri pertamanya di dalam kamar yang dihuni. Abullah pun menjadi target petugas untuk dipindahkan ke Lapas lain agar tidak memicu keonaran.
"Dia dulu tidak seperti ini. Mau membaur. Mau olahraga pagi bersama. Belakangan ini dia berubah. Dia menghasut dan mempengaruhi napi lain dengan paham ISIS. Dia sering meminjam tangan napi lain untuk berbuat onar," ungkap Kepala Lapas Heri Prasetyo, Jumat (11/9/2015).
Siapakah sosok pria bernama lengkap Abdullah Amamity ini? Dullah, begitu dia dipanggil, diakui sebagai narapidana yang paling disegani di Lapas Porong.
Dia mendapatkan 'kenaikan pangkat' setelah napi teroris lain yang paling berpengaruh bebas beberapa waktu lalu. "Dia paling disegani. Maka itu dia berani memasukkan istrinya ke kamar," ujar sumber Surya di Lapas Porong.
Dullah merupakan satu dari empat napi teroris yang dipindahkan ke Lapas lain di Jawa Timur karena menghasut dan mempengaruhi napi lain.
Tidak sulit mencari jejak Dullah. Dia divonis bersalah Pengadilan Negeri Ambon pada 2006 dengan vonis seumur hidup karena terbuki terlibat tiga peristiwa teror. Tuntutan Jaksa adalah hukuman mati.
Dari berbagai sumber, Dullah dan kelompoknya beraksi menggunakan senjata api dan bahan peledak yang menimbulkan korban jiwa. Dia terbukti terlibat dalam pelemparan granat ke mobil angkutan umum di Batumerah, Ambon, 21 Maret 2005.
Teror Dullah berlanjut. Dia terlibat kasus penembakan pos keamanan yang dijaga Satuan Brimob asal Kalimantan Timur di Lokki, Seram Bagian Barat pada 16 Mei 2005. Akibatnya, lima polisi dan satu warga sipil tewas.
Teror lain yang terbukti adalah penyerangan terhadap warga di Wamkana, Buru, 6 Mei 2005, yang mengakibatkan tiga orang tewas dan dua lainnya luka-luka. Rentetan aksi Dullah inilah yang membuatnya ditakuti di Lapas Porong.
Baca selengkapnya di Harian Surya edisi besok.
LIKE Facebook Page www.facebook.com/SURYAonline
FOLLOW www.twitter.com/portalSURYA