Berita Pamekasan

Komunitas Wartawan Pamekasan Bantu Santri Korban Kebakaran

Kebakaran yang menimpa Pondok Pesantren (Ponpes) Darul Karomah, di Dusun Bicabbi, Desa Larangan Luar, Kecamatan Larangan, Pamekasan.

Komunitas Wartawan Pamekasan Bantu Santri Korban Kebakaran
muchsin
Santri Ponpes Darul Karomah, memanggul beras bantuan wartawan Pamekasan. 

SURYA.co.id | PAMEKASAN – Kebakaran yang menimpa Pondok Pesantren (Ponpes) Darul Karomah, di Dusun Bicabbi, Desa Larangan Luar, Kecamatan Larangan, Pamekasan, Madura, mengundang simpati wartawan di Pamekasan.

Kali ini wartawan media cetak, elektronik dan online, yang tergabung dalam Aliansi Jurnalis Pamekasan (AJP) memberikan kepada santri di ponpes yang terbakar itu, Kamis (10/10/2015).

Bantuan berupa sarung baru, sarung bekas, sembako, sejumlah uang, hasil urunan teman-tman AJP kepada santri diserahkan Ketua AJP, Mohammad Zuhri, didampingi Sekretaris AJP, Taufikurrahman, serta sejumlah wartawan kepada pengasuh Ponpes Darul Karomah, KH Ahmad Hanafi Hasbullah.

Ketika menerima bantuan itu, KH Ahmad Hanafi Hasbullah mengaku gembira dan senang, karena wartawan yang biasanya selama ini memburu berita, malah hatinya terketuk untuk membantu meringankan beban santri yang tertimpa musibah kebakaran.

Menurut KH Ahmad Hanafi, sejak ponpesnya terbakar belum ada pemerintah setempat, baik Camat Larangan maupun pemkab yang datang menjenguk apalagi memberikan bantuan, kecuali dari wartawan.

Dikatakan, untuk kebutuhan mendesak yang diperlukan santri saat ini, berupa seraga sekolah tingkaat SMP dan SMA. “Bukan hanya pakaian dan seragam yang kami sayangkan. Juga ijazah santri ikut terbakar. Tentu hal ini sulit untuk mendapatkan kembali, karena sudah terbakar,” kata Ahmad Hanafi.

Ketua AJP, Mohammad Zuhri mengatakan, kegiatan sosial merupakan salah satu dari program kerja AJP. Sasarannya korban bencana dan warga miskin, ataupun orang yang membutuhkan bantuan.

Dikatakan, bantuan diharapkan bisa meringankan sebagian beban santri yang tidak memiliki pakaian setelah kamar pondoknya ludes terbakar. Dann bila terdapat masyarakat yang bersedia untuk membantu, maka AJP siap menyalurkan kepada santri.

“Kami bersama teman-teman wartawan, juga mengusahakan mencari bantuan untuk membangun kembali pondoknya yang sudah terbakar, sehingga santri dapat belajar dengan tenang dan memiliki kamar tidur seperti sediakala,” kata Zuhri.

Seperti diberitakan Ponpes Darul Karomah ludes dimakan api. Sebanyak 3 ruang yang dihuni 60 santri hangus tinggal puing. Seluruh isi bangunan, berupa baju seragam, buku pelajaran dan barang milik santri tidak terselamatkan.

Tags
Pamekasan
Penulis: Muchsin
Editor: Yuli
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved