Berita Madiun

Aneh, Baru Sehari 70.000 Tiket KA Seharga Rp 70.000 Langsung Habis

"Mudah-mudahan tiket habis tidak di tangan calo. Kalau sampai di tangan calo, berarti program 70 untuk rakyat dari PT KAI tidak sampai," katanya.

Aneh, Baru Sehari 70.000 Tiket KA Seharga Rp 70.000 Langsung Habis
Surya/Doni Prasetyo
Calon penumpang Kereta Api (KA) sedang mencetak tiket serba 70 di mesin tiket mandiri di stasiun Daop VII, PT KAI Madiun, Selasa (8/9/2015). 

SURYA.co.id | MADIUN - Tiket serba Rp 70.000 untuk merayakan Kemerdekaan Indonesia (RI) dan Hari Kereta Api ke-70 yang pembeliannya dilayani selama 7-28 September 2015, langsung ludes.

Padahal, PT Kereta Api Indonesia (KAI) menyediakan 70.000 tiket yang masing-masing tiket dijual seharga Rp 70.000. Akibat ludesnya tiket itu tidak sedikit masyarakat calon penumpang kereta api yang kecewa.

"Masak program tiket Rp 70 ribu, baru sehari dibuka Senin kemarin sudah habis. Katanya PT KAI menyediakan 70.000 tiket," kata Dahlan Efendi, warga Desa/Kecamatan Paron, Kabupaten Ngawi, yang ditemui Surya, sedang mengantri tiket di Stasiun Madiun, Selasa (8/9/2015).

Dahlan Efendi berniat membeli tiket program 70 itu untuk bepergian ke jakarta bersama istri dan anak semata wayangnya.

Jauh-jauh dari Paron, Ngawi, sekitar 30 kilometer dengan naik angkutan umum menuju Stasiun Madiun, tapi begitu sampai tidak kebagian tiket.

"Saya datang ke stasiun Madiun lumayan pagi, sekitar pukul 08.00. Harapan saya hari kedua program karcis Rp 70 ribuan ini, masih kebagian. Lumayan saya dan istri ke Jakarta naik KA eksekutif hanya bayar Rp 140 ribu berdua, tapi datang ke stasiun kok sudah ludes," ujar Dahlan.

Banyak masyarakat berprasangka, lanjut Dahlan, ribuan tiket itu sudah dikuasai calo yang bekerjasama dengan "orang dalam". 

"Mudah-mudahan tiket habis tidak di tangan calo. Kalau sampai di tangan calo, berarti program 70 untuk rakyat dari PT KAI tidak sampai," katanya.

Kepala Bagian Humas Daerah Operasi (Daop) VII, PT KAI Madiun Eko Budianto, mengakui program serba 70 itu baru dinikmati masyarakat yang melek internet, karena sebagian besar calon penumpang yang memperoleh tiket program 70 itu pesan lewat online.

"PT KAI Daop VII mohon maaf kepada masyarakat, program yang kita gagas untuk memperingati Hari Kemerdekaan dan Hari Kereta Api belum bisa sampai ke segala lapisan masyarakat. Masyarakat yang awam teknologi internet, banyak yang tidak kebagian," kata kahumas Eko Budianto kepada Surya, Selasa (8/9-2015).

Eko berjanji menyampaikan kepada pimpinan PT KAI soal program yang belum bisa mengena kepada seluruh lapisan masyarakat pecinta kereta api.

"Mudah-mudahan pada program ke depan sudah punya metode yang tepat agar semua lapisan bisa kebagian," ujar pria kelahiran Yogyakarta ini.

Tiket serba 70 itu, tambah Eko, berlaku untuk kereta api semua kelas, baik kelas ekonomi, bisnis, dan eksekutif. Kecuali kereta api yang mendapat subsidi dari pemerintah.

"Tiket serba 70 itu berlaku untuk kereta api Gajayana, Krakatau, Bangunkarta dan seterusnya, dan untuk semua kelas. Tapi tiket ini tidak berlaku untuk KA yang mendapat subsidi dari pemerintah," tandas Eko Budianto. 

Tags
Kereta Api
Penulis: Doni Prasetyo
Editor: Yuli
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved