Senin, 18 Mei 2026

Meditasi Bikin Perempuan Cantik Ini Tak Lagi Panik

Meditasi tak harus dilakukan di tempat khusus dan suasana hening. Meditasi juga bisa saat naik kendaraan di tengah keramaian lalu lintas.

Tayang:
Penulis: Achmad Pramudito | Editor: Achmad Pramudito
surya/pramudito
Atni Nelwan 

SURYA.co.id | SURABAYA - Meditasi tak harus dilakukan di tempat khusus dan suasana hening. Meditasi juga bisa saat mengendarai kendaraan di tengah keramaian lalu lintas.

Itulah ritual Atni Nelwan setiap hari ketika dalam perjalanan ke kantornya. Apa yang dilakukan lulusan Universitas Hasanudin Jurusan Akuntansi ini waktu meditasi sehingga bisa dilakukan di jalanan?

“Tarik nafas dalam-dalam, lalu tahan, dan keluarkan perlahan. Jika ini bisa dilakukan setiap hari selama 30 menit, bisa bikin kita rileks,” begitu kata Marketing & Event Coordinator EF English Centers Town Square Surabaya ini.

Menurut Atni, ketika sampai di kantor pun dia masih menjalani ritual yang sama. “Tujuannya supaya kegiatan yang dikerjakan selama seharian bisa dilewati dengan lebih rileks dan nyaman,” ungkapnya.

Selain meditasi, sejak enam tahun lalu Atni juga aktif yoga. “Inti kegiatan yoga maupun meditasi itu sama, fokus pada pernafasan,” beber perempuan kelahiran Palu, 6 Desember 1979 ini.

Diakui Atni, dia merasakan perbedaan yang luar biasa setelah melakukan meditasi maupun yoga. “Dibanding enam tahun lalu, sekarang saya lebih lincah dan dinamis untuk melakukan apa saja,” tegasnya.

Selain merasa lebih rileks, meditasi maupun yoga membuat dirinya lebih tenang dan mudah mengendalikan diri. “Saya dulu orangnya mudah panik dan susah tidur. Jika panik maka tangan dan kaki terasa dingin,” urai Atni yang gemar traveling.

Kini Atni bisa menikmati tidur nyenyak, dan tak lagi merasakan adanya tekanan setiap melakukan tugas-tugasnya. Dengan demikian maka pekerjaan pun bisa diselesakan dengan mudah.

“Kalau kita gelisah, otomatis seluruh pekerjaan jadi terhambat,” tutur Atni sambil menambahkan, sejak aktif meditasi dan yoga, penyakit migrain dan vertigo yang diderita sejak kecil tak lagi pernah dia rasakan.

Atni kini tak merasa berat bila ada cobaan yang dihadapi. “Kita harus bisa menekankan pada diri sendiri, bahwa cobaan itu juga rejeki. Coba kalau nggak ada cobaan, kita pasti nggak akan kuat,” ucapnya.

Atni sudah menjelajahi sebagian besar wilayah Tanah Air, seperti Kalimantan, Sulawesi, Ambon, hingga Papua. “Di tempat-tempat itu, saya menikmati ketenangan dan keagungan Tuhan,” katanya.

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved