Berita Gresik
Pabrik telah Dijual, Pemilik Lama Ogah Tinggalkan Lokasi
Jap Fernando Japiter alias Tjun Tjun, selaku pemilik lama, telah menjual pabrik pengolahan kayu tersebut kepada Rudi sejak 2013.
Penulis: Sugiyono | Editor: Parmin
SURYA.co.id | GRESIK - Pemilik baru pabrik PT Eastwood Timber Industri Jl Mayjend Sungkono, Kebomas Gresik, tidak bisa masuk ke area pabrik karena masih dikuasai pemilik lama.
Padahal Jap Fernando Japiter alias Tjun Tjun, selaku pemilik lama, telah menjual pabrik pengolahan kayu tersebut kepada Rudi sejak 2013.
Namun hingga kini Jap tidak mau meninggal pabrik tanpa alasan jelas.
Akibatnya, Rudi yang juga direktur PT Anugrah Karya Jaya Sentosa Abadi ini terpaksa menggembok pintu gerbang pabrik agar tidak ada kegiatan industri. Tetapi gembok tersebut dirusak paksa oleh seseorang.
Kuasa hukum Rudi, Roy Coastrio, mengatakan pihaknya dua kali menggembok pintu gerbang agar pemilik lama tidak mendatangkan bahan baku. Tetapi gembok tersebut dirusak paksa.
"Kita sudah dua kali melapor ke Polres Gresik, terkait perusakan gembok tersebut. Namun Tjun Tjun tidak pernah datang setiap kali dipanggil," ujar Roy ditemui di lahan sengketa, Kamis (3/9/2015).
Menurut Roy, selama ini pemilik lama tidak pernah berkomunikasi dengannya. Sebaliknya beberapakali teleponnya, tidak pernah digubris pemilik lama.
"Sebenarnya kita maunya enak-enakan, tetapi mereka sepertinya menantang. Bahkan beberapa waktu lalu, saya sempat didatangi oknum petugas keamanan yang meminta saya tidak menggembok gerbang," aku Roy.
Roy akhirnya memberi batas waktu terakhir untuk pemilik lama agar mengosongkan pabrik hingga Senin (7/9/2015).
"Bila sampai batas waktu itu tidak diindahkan, maka pihaknya akan meminta bantuan aparat kepolisian untuk mengosongkan paksa seluruh areal pabrik," imbuhnya.
Awalnya Rudi membeli pabrik dan lahan milik Jap senilai Rp 27 miliar sejak Februari 2013. Saat itu, Jap meminta waktu setahun untuk mengosongkan pabrik dan menghabiskan stok. Namun kesepakatan secara lisan itu dilanggar Jap.
Setelah setahun, Rudi meminta agar segera mengosongkan pabrik ternyata tidak digubris bahkan sebaliknya pabrik masih terus beroperasi.
Mengenai nasib 200 pekerja, Roy menjamin mereka masih bisa bekerja seperti biasanya.
"Bisnis Pak Rudi juga pengolahan kayu, jadi tidak ada yang berubah. Hanya manajemen kepemilikannya yang berganti, dari Jap ke Pak Rudi," ujar Roy.
Sementara Eko, orang kepercayaan Jap tidak bisa dihubungi. Beberapakali ponselnya terdengar nada masuk, tetapi tidak diangkat.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/surabaya/foto/bank/originals/pemilik-pabrik_20150903_224218.jpg)