Senin, 18 Mei 2026

Peristiwa Surabaya

DPRD Desak Pemkot Surabaya Usut Penghilangan Sungai di Gunung Anyar

"Maka problem ini harus dikaji, mana yang salah baik dari segi hukum, dari sisi ini pemkot juga harus membela rakyat. Sebab Joyo Bekti, menghilangkan

Tayang:
Penulis: Mohammad Rizal Ghurobi | Editor: Yoni

SURYA.co.id|SURABAYA - DPRD Kota Surabaya mendesak Pemerintah Kota untuk mengusut hilangnya sungai yang ada di Kecamatan Gunung Anyar, Surabaya, Rabu (02/09/2015).

Dewan menuding ada pelanggaran yang dilakukan oleh pihak pengembang yakni PT Joyo Bekti Indonesia dalam hilangnya sungai dalam pembangunan pengembangan perumahan di Wiguna, Surabaya Timur.

Ketua Komisi C DPRD Kota Surabaya, Syaifuddin Zuhri menjelaskan masalah ini harus dikaji kembali, bagaimana asal-usul sebuah sungai bisa di sertifikatkan, hingga bisa diperjual-belikan oleh pihak pengembang.

Akibat dari hilangnya sungai itu, sudah lima tahun terakhir di daerah Wiguna terutama di RW 5 selalu mengalami banjir, yang menyebakan warga menjadi merugi.

"Maka problem ini harus dikaji, mana yang salah baik dari segi hukum, dari sisi ini pemkot juga harus membela rakyat. Sebab Joyo Bekti, menghilangkan fasilitas umum dan memperjual-belikan yang hal itu dilarang," jelas Syaifuddin.

Ia juga mempertanyakan sikap Eksekutif Kota Surabaya yang melunak terhadap masalah ini, karena sudah 20 tahun dari awal pembangunan PT JBI belum memberikan fasum dan fasos kepada pemkot.

Hal itu menyebabkan dana APBD tidak bisa masuk, untuk membenahi jalan ataupun fasilitas lain yang perlu diperbaiki, ditambah lagi adanya banjir tahunan yang makin memperparah kerusakan jalan.

"Saya anggap joyo bekti tidak pro aktif, kalau musim hujan ini akan banjir, uang APBD terserap lagi karena ada yang sakit. Kalau tidak bisa menyelesaikan maka akan kita perkarakan," lanjutnya.

Ia menambahkan, PT JBI terkesan meremehkan masalah ini karena dalam 3 kali undangan denger pendapat, pihak owner perusahaan itu, tidak pernah hadir dan selalu diwakilkan oleh staf yang tidak memiliki kewenangan mengambil kebijakan terhadap masalah ini.

"Saya minta ada pengusutan proses penghilangan ini, serta dari pihak pemkot untuk membuat rancangan rekayasa untuk mengatasi masalah bajir yang ada di Wiguna," tutupnya.

Baca selengkapnya di Harian Surya edisi besok
LIKE Facebook Surya - http://facebook.com/SURYAonline
FOLLOW Twitter Surya - http://twitter.com/portalSURYA

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved